Visipustaka, Jaringan Informasi Antarperpustakaan, Volume 18 Nomor 1 April 2016
  1. Titik Kismiyati
  2. TERBITAN BERSERI ILMU PERPUSTAKAAN
  3. Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, 2016
  4. 020.5
  5. 80 hlm.; 21x29,5 cm.
  6. Referensi
  7. Tersedia
Pada volume 18 Nomor 1 Tahun 2016, majalah Visipustaka memuat tujuh artikel ilmiah. Artikel Pertama, “Perpustakaan Data: Sebuah Pengamatan Terhadap University of Toronto Map and Data Library”, ditulis oleh Thoriq Tri Pabowo. Penulis membahas perkembangan cukup pesat perpustakaan data serta referensinya. Hasil pengamatannya dapat menjadi salah satu bahan rujukan dalam perkembangan perpustakaan data di Indonesia. Artikel Kedua ditulis oleh  Himawanto, ST, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, berjudul “Evaluasi Ketersediaan Jurnal Akses terbuka untuk Cabang Ilmu Minyak dan Gas Bumi”. Penulis mengkaji secara deskriptif jurnal Scientific Contribution Oil and Gas periode 2010-2014 guna mengungkap ketersediaan artikel jurnal akses terbuka dalam sumber tersebut. Artikel Ketiga, Endang Fatmawati dari Universitas Diponegoro membuat “Sebuah analisis terhadap pemaknaan pemustaka atas ruang perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang”. Melalui metode etnografi baru serta observasi partisipan, wawancara terhadap pemustaka dan studi pustaka, penulis berusaha mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai pemaknaan ruang perpustakaan oleh pemustaka. Artikel Keempat dengan judul “Literasi Internet Petani Wilayah Persen Tegaldlimo dalam Rangka Implementasi Sawah Digital diKabupaten Banyuwangi Jawa Timur”, tulisan bersama Fiqru Mafar dan Rahmawati. Dengan Teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, penulis mencoba menggambarkan kesiapan masyarakat petani wilayah Persen Tegaldlimo terhadap implementasi program Sawah Digital di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Artikel Kelima karya Indah Purwani dengan judul “Cerita Dongeng di Pusaran Arus Digital: Membangun Koleksi Film Animasi Digital di Perpustakaan Sebagai Upaya Mengembangkan Jiwa Nasionalisme”. Artikel Keenam, Made Ayu Wirayati dari Perpustakaan Nasional menganalisis tantangan perpustakaan dan arsip untuk memilih metode deasidifikasi massa sebagai salah satu upaya pelestarian dalam menyelamatkan bahan perpustakaan dari kehancuran. Artikel ketujuh, “Kajian Permintaan Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui PNBP di Perputakaan BSN”, tulisan Abdul Rahman Saleh, Erni Sumarni, Muhammad Bahrudin dan Nursidik Fadilah. //yn