Teori Segala Sesuatu: Asal-usul dan Kepunahan Alam Semesta
  1. 979-3477-37-7
  2. Stephen W. Hawking
  3. TEORI TENTANG ASAL MULA DAN PERKEMBANGAN ALAM SEMESTA/KOSMOGONI
  4. Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2007
  5. 523.12
  6. xiii149 hlm.; 14x21 cm.; Cet.3, Desember 2007
  7. Umum
  8. Tersedia
Stephen William Hawking seorang fisikiawan teoretis diyakini secara luas sebagai orang yang mempunyai pemikiran yang luar biasa. Hawking memulainya dengan sebuah cerita tentang gagasan-gagasan tentang alam semesta, dari penentuan Aristoteles bahwa Bumi mengitari sampai penemuan Hubble, lebih dari 2000 tahun kemudian, bahwa alam semesta mengembang. Menggunakan penemuan Hubble sebagai landasan, ia mengeksplorasi pencapaian fisik modern, termasuk teori-teori asal-mula alam semesta (Dentuman Besar misalnya), perilaku Lubang Hitam, dan ruang-waktu. Akhirnya, ia memposisikan pertanyaan tak terjawab yang tersisa dari Fisika Modern, khususnya bagaimana mengkombinasikan seluruh teori-teori persial ke dalam “Sebuah Teori penyatuan segala sesuatu”, Jika kita menemukan jawaban untuknya: ia mengklaim, “Hal itu akan menjadi kemenangan besar terakhir dari pemahaman manusia”. Sebagai orang yang mampu mempopulerkan sains sebaik seorang ilmuwan brilian, Hawking percaya bahwa kemajuan dalam sains teoretis seharusnya dapat dipahami dalam prinsip dasar oleh setiap orang, tidak hanya oleh sedikit ilmuwan. Dalam buku ini penulis menawarkan, bagi siapa saja yang akan mengambilnya, sebuah perjalanan tentang alam semesta dan kedudukan kita didalamnya. Ini adalah buku bagi setiap orang yang pernah memandang langit saat malam hari dan kagum atas apa yang ada diatas sana dan bagaimana hal tersebut terjadi. //yn