Penerapan Developing Shot Dalam Produksi Dokumenter Televisi Potret Indonesia Edisi “Merajut Harapan Di Balik Ramuan”
  1. Anissa Puspaningtyas
  2. PENGARAH ACARA DALAM DOKUMENTER TELEVISI
  3. STMM MMTC, Yogyakarta, 2015
  4. 791.430233092
  5. xii+100 hlm.; 21x29 cm.; ilust.
  6. Karya Ilmiah
  7. Tersedia
Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Karya produksi “Merajut Harapan di Balik Ramuan” mengangkat tentang perjuangan seorang ibu yang berjualan jamu keliling berlokasi di Semarang, Jawa Tengah dengan format dokumenter. Tujuan program ini adalah memberikan informasi kepada audience melalui visual tentang perjuangan hidup bu Mariyem di tengah era modernisasi. Sebagai pengarah acara, penulis menerapkan teknik developing of the shot yang merupakan teknik pengambilan gambar dengan mengkombinasikan seluruh gerakan obyek, focus lensa, framing, pan, tilt, untuk mendukung gerakan kamera ke dalam satu gerakan untuk  membuat shot yang dinamis. Program dokumenter ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui shot yang dinamis menggunakan teknik developing shot dengan latar belakang perjuangan hidup bu Mariyam di tengah era modernisasi. Program dokumenter televisi “Potret Indonesia” edisi “Merajut Harapan di Balik Ramuan” berdurasi total 16 menit, dikarenakan tayangan dokumenter berisi data dan fakta memerlukan durasi lebih lama daripada tayangan yang lain agar informasi dapat tersampaikan dengan baik dan lengkap. //yn