Buku

Kekuatan Narasi dalam Penulisan Naskah Program Dokumenter Televisi "Klangon"

Skripsi penciptaan karya produksi program dokumenter televisi ini menggunakan format dokumenter profil, menyampaikan informasi tentang Bukit Klangon yang berada di dusun kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan Sleman. Bukit ini menawarkan wisata minat khusus bersepeda menuruni gunung (downhill). Penulis dalam pembuatan karya ini berperan sebagai penulis naskah, menggunakan narasi jenis ekspositoris dengan bahasa lugas, sehingga akan menghasilkan narasi yang informatif dan menghibur. Tahap penulisan naskah dimulai dari merumuskan ide dan melakukan riset (pra produksi), kemudian penulisan sinopsis, treatment dan narasi serta penyusunan full script (proses produksi), selanjutnya melakukan evaluasi terhadap naskah (pasca produksi). //ir

Oleh Gita Marganingrum

Elements of The Shot dalam Program Feature Televisi "Akhir Pekan" Edisi "Kota Perwira"

Skripsi penciptaan karya produksi program feature televisi ini merupakan feature perjalanan yang mengeksplorasi tempat wisata dan kuliner yang ada di Kabupaten Purbalingga., seperti tempat wisata Owabong, kuliner soto bu Hj. Misdar, dan es durian Kasdi. Proses pembuatan karya ini dilakukan melalui pendekatan produksi. Penulis selaku sutradara bertugas menghasilkan gambar informatif yang dapat memberikan informasi bagi penonton. Konsep visual yang digunakan untuk menghasilkan gambar yang indah berpegang pada teori Elements of The Shot diantaranya Framing dari Composition dan Information dengan dukungan beberapa grafis menggunakan map, text yang diberi animasi. //ir

Oleh Faiq Audytama

Penyutradaraan dalam Drama Televisi "Brother"

Skripsi penciptaan karya produksi drama televisi ini memfokuskan pada penokohan dan perwatakan, sehingga pesan emosi dan karakter tokoh dalam cerita drama terlihat natural. Penulis sebagai sutradara menerapkan tiga Typering yang membantu pemeran dalam menggambarkan perannya yaitu Typering Primer yang memfokuskan pada mimik (ekspresi), Typering Dramatis yang memfokuskan pada plastik (gerak), Typering Individual yang memfokuskan pada diksi (suara). Setelah mengaplikasikan tiga Typering tersebut sutradara mampu membuat sebuah pengadegan yang natural, dan pemeran dapat merasakan perasaan tokoh dalam cerita drama, pesan emosi dapat tersampaikan melalui penokohan dan perwatakan dari pemeran yang memerankannya. //ir

Oleh Fara Abidah

Kekuatan Narasi dalam Program Dokumenter Televisi "Hamemayu Hayuning Bawana"

Skripsi penciptaan karya produksi program dokumenter televisi ini dibuat untuk menambah wawasan masyarakat tentang salah satu kebudayaan Yogyakarta yaitu upacara adat Labuhan Merapi. Penulis dalam pembuatan karya ini berperan sebagai penulis naskah. Naskah merupakan pendamping visual, di dalam naskah terdapat narasi yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dengan gambar. Untuk mewujudkan narasi yang baik, dibutuhkan bahasa yang lugas dan menggunakan gaya bercerita ekspositoris. Dalam pembuatan naskah tidak lepas dari konsep sebuah program yang diperoleh dari ide dan proses yang kreatif. Ide digabungkan dengan data dan fakta yang diperoleh dari wawancara, studi pustaka dan observasi. Dokumenter ini diharapkan dapat membawa inspirasi, edukasi, dan hiburan masyarakat. //ir

Oleh Septyakti Tanggu Hana

Penggunaan Tangga Dramatik dalam Penulisan Naskah Program Feature Televisi "Ledre Laweyan"

Penciptaan karya ini dibuat dengan melalui pendekatan produksi naskah. Tujuan dari penciptaan karya produksi ini adalah untuk menciptakan naskah narasi feature televisi tentang "Ledre Laweyan" yang dapat memberikan informasi serta hiburan yang mampu membangkitkan minat, perhatian dan rasa ingin tahu penonton. Penulis menerapkan tangga dramatik untuk memperjelas alur cerita, sehingga karya ini menjadi menarik, tidak membosankan serta menggambarkan aktivitas narasumber dengan tujuan agar pesan yang disampaikan dapat mudah dimengerti. Melalui tangga dramatik dalam alur cerita feature ini, maka dihasilkan karya produksi yang informatif mengenai hal sederhana, seperti kuliner tidak hanya mengerti rasa secara harafiah, namun juga rasa akan cinta budaya terhadap kuliner tradisional itu sendiri. //ir

Oleh Devina Arabella Chicali

Berita Terbaru