Buku

Kesinambungan Editing pada Program Dokumenter TV "Negeri Saba Di Nusantara"

Media penyiaran di Indonesia saat ini mengalami persaingan yang cukup kuat antar stasiun televisi untuk membuat program acara yang berkualitas. Untuk memproduksi sebuah karya yang menarik dan berkualitas dibutuhkan sebuah proses editing. Kesinambungan gambar dalam editing berfungsi menyambungkan potongan yang sesuai, dimana adegan yang berkesinambungan mengalir dari shot satu ke shot yang lainnya. Kesinambungan perlu diterapkan agar dapat menjaga isi pesan dari awal hingga akhir suatu karya. Untuk mewujudkan penerapan kesinambungan editing, penulis menciptakan karya dokumenter “Negeri Saba di Nusantara”, bercerita tentang Negeri Saba yang disebutkan dalam tiga kitab suci, yaitu Al-Quran, Taurat, dan Injil. KH Fahmi Basya meyakini keberadaannya diperkirakan ada di Indonesia. Metode kesinambungan editing video dilakukan dengan teknik cutting by narration dan cutting by moment. “Cutting by moment ini dapat diterapkan dengan teknik cut in, cut away, jump cut, dan match cut. Dengan menggunakan teknik tersebut dapat menjaga kesinambungan video dalam sebuah dokumenter sehingga dapat mengemas program acara yang memiliki kesinambungan isi cerita, informasi yang jelas, gambar yang menarik dan telah berhasil diterapkan pada karya dokumenter “Negeri Saba di Nusantara”. //ir

Oleh Radiksa Ardianto

Kontinuitas Gambar dalam Editing pada Program Feature "Feast: Pembawa Berita"

Program “Feast: Pembawa Berita” merupakan program feature yang membahas tentang perjalanan band. Feast dalam bermusik dan menyuarakan berita maupun tragedi yang terjadi di Indonesia. Agar sebuah program feature memiliki kontinuitas gambar yang baik maka diperlukan proses editing. Untuk mencapai kontinuitas gambar dalam produksi feature. “Feast: Pembawa Berita” dibutuhkan beberapa metode yaitu teknik cutting by narration dengan perpindahan gambar mengacu kepada narasi maupun statement pada soundbite, teknik cutting by rhytm dengan perpindahan gambar mengacu kepada beat music, serta teknik color correction menggunakan lumetri color yang mencakup beberapa parameter seperti exposure, contrast, highlight, shadows, whites, blacks, temperature, tint, saturation, vibrance, dan curves untuk menghasilkan kesinambungan warna antar gambar. Dengan menggunakan ketiga teknik tersebut akan dapat menjaga kontinuitas gambar dalam sebuah program feature baik dari segi video maupun audio. //ir

Oleh Muhammad Hairuman Alviansyah

Teknik Penerapan Variasi Shot dalam Produksi Dokumenter Televisi "Badhaya Wahyu Teman Tuli"

“Bedhaya Wahyu Teman Tuli” merupakan program acara dokumenter televisi jenis Potret yang bercerita mengenai badhaya atau tarian yang melekat di kehidupan Wahyu, seorang penari tuli. Dokumenter ini mengisahkan bagaimana wahyu menjlani kehidupan sehari-hari didalam keterbatasan pendengaran tetapi memiliki bakat menari serta mengajar tari kepada teman-teman tuli atau berkrbutuhan khusus dan yang normal, baik dari latihan dan pementasannya. Hasil pengamatan yang dilakukan penulis dari karya yang sudah ada, penyajian gambar yang bervariasi dapat menunjang hasil visual yang menarik untuk sebuah karya documenter. Oleh karena itu penulis memperoduksi sebuah karya documenter yang menerapkan teknik variasi shot.Peran penata kamera dalam melakukan pengambilan gambar sangat berpengaruh. Dalam produksinya penata kamera menerapkan teknik variasi shot yang didalamnya terdapat kolaborasi antara simple shot, complex shot dan developing shot. Simple shot merupakan metode pengambilan gambar dimana posisi kamera hanya diam. Complekx shot yakni pengambilan gambar dengan pergerakan panning dan tilting, sedangkan developing shot adalah pengambilan gmbar dengan pergerakan tracking dan crabbing. Pengambilan gambar didukung dengan alat bantu kamera yakni tripod, monopod, handheld stabilizer serta berbagai jenis lensa. Dengan melakukan penerapan teknik pengambilan gambar tersebut dapat menghasilkan karya audio visual yang memiliki nilai informasi dan edukasi serta gambar yang dinamis dan mudah diterima masyarakat. //ir

Oleh Dita Purnawati

Implementasi Teknik Motion Graphic pada program Feature Televisi "Pet Story"

"Pet Story" adalah suatu karya feature televisi yang mengulas tentang hobi memelihara kucing melalui pendapat dokter hewan, komunitas pecinta kucing, dan masyarakat umum. penulis sebagai editor mengimplementasikan teknik motion graphic dalam proses editing karya feature tersebut diatas. Pengimplementasian teknik motion graphic tersebut bertujuan agar tercipta karya yang dinamis, detil dan variatif dari sisi visual. Untuk mencapai tersebut penulis menggunakan teknik motion graphic melalui teknik 2D, motion tracking, serta lower thirds. Teknik animasi 2D membantu dalam menjelaskan informasi mengenai sejarah, perawatan, dan kesehatan kucing menggunakan transform dan kamera yang dibantu penerapan null object agar tercipta karya yang dinamis. Kemudian teknik motion tracking diterapkan dengan penggunaan gambar dan teks yang ditautkan pada anatomi tubuh dan sebuah objek mengenai kucing menggunakan

Oleh Mario Teguh Satria

Berita Terbaru