Buku

Penerapan Teknik Miking Drum pada Produksi Music Show Televisi Musicalist Episode "Last Brick"

“Musicalist” adalah program music show televisi yang memberikan sajian untuk menghibur khalayak melalui musik yang dikemas secara unik dan menarik. Program ini menampilkan band dari Yogyakarta yang membawakan lagu dengan genre musik blues. Penata suara berperan penting dalam sebuah produksi program acara musikdan bertanggungjawab untuk mampu menciptakan musik yang selaras dan harmonis untuk didengar. Teknik dan metode yang digunakan serta pemilihan alat sangat berpengaruh terhadap hasil audio yang dihasilkan. Penata suara juga memperhatikan penerapan teknik miking drum dari pemilihan mikrofon yang disesuaikan dengan karakter suara dari instrument drum dan frekuensi respon yang dimiliki oleh mikrofon, penenpatan mikrofon dengan memperhatikan jarak dan sudut yang tepat agar menghasilkan kualitas audio yang baik. Teknik miking overhead merupakan hal penting untuk mendapatkan sound overhead yang baik dan akan berpengaruh terhadap overall sound drum. Tujuan utama dari teknik spaced pair overhead ini yaitu mengambil seluru suara piece instrument dan menyatukan semua jenis mikrofon agar menjadi satu kesatuan dan menciptakan kesan stereo pada instrument drum. //ir

Oleh Dwi Tika Harnivera

Continuity Editing pada Program Dokumenter Televisi "Tunanetra Pejuang Pendidikan"

Penciptaan karya produksi ini menggunakan format dokumenter televisi tentang perjuangan seorang tunanetra bernama Tutus Setawan dalam mengajar siswa tunanetra di Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta dan Lembaga Pemberdayaan Tunanetra di Surabaya. Dokumenter ini dibuat lebih ringan dalam penyajiannya, sehingga informasi akan lebih mudah ditangkap oleh penonton. Penulis dalam pembuatan karya ini berperan sebagai editor. Untuk menunjang agar program ini menarik namun penyampaian informasi kepada penonton tetap optimal, editor menerapkan editing yang baik dengan continuity editing, dengan teknik cutting by narration, cutting by rhythm, dan coloring. Cutting by narration, diperlukan gambar yang mengikuti narasi guna memberikan informasi yang mudah diterima oleh penonton. Cutting by rhythm, diperlukan pemotongan suatu video berdasarkan tempo atau beat dalam musik ilustrasi guna menjaga emosi penonton. Penerapan metode coloring diperlukan untuk menyelaraskan warna visual dan cahaya pada setiap gambar. Selain aspek visual, untuk menciptakan continuity editing perlu memperhatikan keselarasan dari segi audio agar tercipta suatu karya yang tidak hanya menunjang continuity dari segi visual namun juga menunjang continuity dari segi audio. //ir

Oleh Mohammad Zainal Arif

Optimalisasi Lighting Effect pada Program Live Music "Sound of Worship"

“Sound of Worship” merupakan sebuah program acara live music yang menampilkan lagu-lagu rohani. Penataan cahaya berperan penting pada sebuah produksi live music karena perencanaan, penggunaan teknik, serta pemilihan lampu sangat menentukan terhadap atmosfer yang disampaikan kepada penonton ketika menyaksikannya, jika tidak maka gambar hasil visual kurang menarik dan kurang memiliki kesan dimensi. Penulis sebagai penata cahaya program live music “Sound of Worship” berperan dalam mendukung suasana/atmosfer dari lagu yang dimainkan dengan mengoptilamlkan lighting effect. Menggunakan teknikfrontal croos lighting dengan memanfaatkan lampu PAR Can LED bertujuan sebagai pencahayaan dasar untuk panggung yang luas dengan menerapkan prinsip three point of light guna membentuk dimensi. Teknik pictorial light sebagai cahaya buatan yang diciptakan dengan memanfaatkan filter gobo pada moving beam, berfungsi sebagai pencahayaan artistik. Serta penerapan teknik kombinasi warna dengan menggunakan lampu PAR LED untuk membuat perpaduan warna dasar RGB beserta kombinasinya untuk membentuk mood dan atmosfer sesuai isi lagu. Penggunaan teknik-teknik tersebut diatas mendukung harmonisasi gambar pada visual yang dihasilkan dengan memberikan kesan dimensi dari teknik frontal cross lighting, kesan artistik dari teknik pictorial light dan kesan harmonisasi warna dari teknik kombinasi warna. //ir

Oleh Anthony Christanto Setiawan

Penataan Suara Dalam Dokumenter Televisi "Buana Indonesia" Episode "Lompatan Kawah Sikidang"

Penataan pada suara sangat penting dan berpengaruh dalam menghasilkan kualitas pada penyajian program dokumenter televisi. Apabila penataan suara tidak diaplikasikan dengan baik, maka hasil dari karya dokumenter akan kurang memuaskan dan kurang nyaman untuk dinikmati. Karena pentingnya permasalahan ini, maka penata suara terinspirasi untuk menciptakan program dokumenter televisi “Buana Indonesia” episode “Lompatan Kawah Sikidang” yang menceritakan mitos yang dipercaya oleh masyarakat Wonosobo bahwa Kawah Sikidang dapat berpindah tempat akibat kemarahan Pangeran Kidang Garungan terhadap Ratu Shinta Dewi, sedangkan masyarakat Banjarnegara tidak mempercayai mitos tersebut. Materi audio dalam karya ini terdiri dari narasi, wawancara, aktivitas warga, atmosfir dan backsound musik. Penata suara merencanakan teknik produksi setelah melakukan observasi dan pendekatan pada karya serupa. Konsep atau metode produksi yang digunakan yaitu pemilihan microphone, penataan posisi microphone dan teknik mixing. Pemilihan microphone berdasarkan frequency response dan polarity serta penataan microphone menyesuaikan dengan arah sumber suara menghasilkan suara yang sesuai dengan karakteristik sumber suara kemudian disempurnakan dengan teknik mixing untuk menghasilkan audio yang balance dan nyaman saat didengarkan. Setelah melakukan proses produksi dapat disimpulkan bahwa untuk menghasilkan audio yang jelas dan balance tidak hanya dari kemampuan yang dimiliki oleh penata suara, namun juga perencanaan penataan suara yang tepat. //ir

Oleh Suci Ramadhani

Penerapan Variasi Shot dalam Program Feature "Budaya Nusantara"

Televisi merupakan media yang cukup berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat secara luas. Televisi memberi banyak kemungkinan ilustrasi visual, kaya akan tata gerak, tata warna, dan berbagai bunyi suara. Televisi memiliki beberapa format program salah satunya adalah feature. Feature merupakan salah satu program yang membahas suatu pokok bahasan, satu tema, diungkapkan lewat berbagai pandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara kritis, dan disajikan dengan berbagai format. Karya feature yang berjudul “budaya Nusantara” ini menceritakan keseharian masyarakat dan sejarah penghayat. Pada program feature ini menerapkan variasi shot untuk menciptakan gambar yang dinamis, penggunaan variasi shot dengan berbagai angle serta pemanfaatan alat bantu kamera. Penggunaan alat pendukung seperti tripod dan slidecam untuk membantu menciptakan variasi shot. Sehingga karya feature akan terlihat menarik serta gambar yang dihasilkan dinamis dan variasi seperti pada feature “Budaya Nusantara” ini. //ir

Oleh Wulan Dewi Kitnastiti

Berita Terbaru