Film adalah sebuah program audio-visual yang memiliki media televisi ataupun biskop. Jika film tersebut ditayangkan di bioskop maka dinamakan film bioskop, namun jika ditayangkan di televisi umumnya disebut Film Televisi (FTV) atau Drama Televisi. Penulis memilih jobdesk sebagai penulis naskah, yaitu orang yang bertugas membuat rancangan cerita mulai dari sinopsis, treatment hingga fullscript. Jobdesk ini penulis pilih karena selain senang menuangkan ide dalam bentuk tulisan, penulis juga tertantang untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan yang dapat diproduksi menjadi sebuah paket hiburan audio-visual. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengambil judul Membangun Kekuatan Dialog Dalam Naskah Drama televisi Satu setting berjudul Provokator. Bentuk kekuatan dialog dalam drama satu setting yang penulis angkat tertuang dari konsep dialog yang efektif dan eksplisit. Dibuat satu setting agar dapat menggali kekuatan dialog dan kedalaman cerita yang baik agar penonton tidak merasa bosan dan menangkap esensi drama berdurasi 24 menit ini. Inti dari cerita ini adalah tentang hidup seseorang yang saling memprovokasi. dalam keterdesakannya menghadapi kematian, pembenaran yang muncul menutupi adanya kebenaran itu sendiri, maka yang terjadi adalah tindakan provokasi antar tokoh. Film televisi berjudul "Provokator" ini menyajikan sebuah drama satu setting bergenre drama tragedi. Penulis meyakini bahwa FTV atau drama yang baik adalah drama yang memiliki kedalaman cerita, bukan unsur teknis yang dikedepankan. Secara keseluruhan film ini memiliki misi meluruskan hiburan dan acara televisi yang tepat untuk masyarakat, karena televisi adalah media yang cukup memberikan pengaruh kepada penontonnya.//Ir