Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Nomor 52
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Nomor 52 ini menyajikan lima tulisan berupa hasil penelitian, tinjauan, maupun resensi buku. Mengawali tulisan pada jurnal ini Amir Sar Manihuruk mengetengahkan judul yang menarik yaitu Drama Kehidupan Dalam Pertelevisian Indonesia, sebuah tinjauan berdasarkan pemikiran Erving Goffman tentang Dramaturgi. Dalam memahami peran suksek seorang publik figure di balik layar kaca televisi, ternyata berbeda dengan kenyataan sehari-hari. Fenomena inilah menjadi fatamorgana yang tidak pernah diketahui oleh orang lain. Penulis selanjutnya Azwar Aziz, dalam penelitiannya tentang Pemanfaatan layanan SMS premium bagi pengguna kartu prabayar (studi kasus di Medan). Beliau menemukan fakta di lapangan untuk dikaji lebih mendalam. Dengan menggunakan teori uses and gratification (manfaat dan kepuasan), menemukan fakta ada hubungan yang cukup signifikan antara kebutuhan informasi masyarakat dengan jasa pelayanan SMS dari perusahaan operator. Masukan yang penting dari studi hasil penelitiannya adalah bahwa operasionalnya ternyata belum sepenuhnya diatur secara rinci dalam sistem rtegulasinya. Sementara kajian Kekerasan pada Televisi yang akhir-akhir ini marak terutama di kalangan anak-anak- yang dikaji oleh DTP Kusumawardhani menarik untuk dicermati oleh pelbagai kalangan. Adegan dalam film-film yang disuguhkan televisi secara langsung dan tidak langsug mempunyai kontribusi terhadap sikap anak-anak, seperti tawuran, perkelahian antar sekolah dan sebagainya. Menurut peneliti, bahwa media pandang dengar di banyak negara mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap fenomena meningkatya kekerasan dan kenakalan terutama dikalangan anak-anak. Tulisan berikutnya oleh Pawito memaparkan Representasi elite dan penilaian publik mengenai kinerja elite politik Indonesia menjelang pemilihan 2009 Dalam pengamatan penulis, elite politik Indonesia berangkat dari elit intelektual dan sebagian besar dari golongan priyayi. Media banyak mengangkat representasi negatif tentang elit politik termasuk di DPR khususnya terlihat dalam kasus korupsi dan konflik internal partai serta mereka tidak peduli dengan nasib dan kepentingan rakyat. Jurnal ditutup dengan resensi tulisan dari Djoko Waluyo tentang Konsep Pembangunan Komunikasi Pembangunan dengan Pendekatan Terpadu. //yeni
Tidak tersedia versi lain