Penataan Suara Dalam Dokumenter Televisi "Buana Indonesia" Episode "Lompatan Kawah Sikidang"
background:white;mso-ansi-language:IN" >Penataan pada suara sangat penting dan
berpengaruh dalam menghasilkan kualitas pada penyajian program dokumenter
televisi. Apabila penataan suara tidak diaplikasikan dengan baik, maka hasil
dari karya dokumenter akan kurang memuaskan dan kurang nyaman untuk dinikmati.
Karena pentingnya permasalahan ini, maka penata suara terinspirasi untuk
menciptakan program dokumenter televisi “Buana Indonesia” episode “Lompatan
Kawah Sikidang” yang menceritakan mitos yang dipercaya oleh masyarakat Wonosobo
bahwa Kawah Sikidang dapat berpindah tempat akibat kemarahan Pangeran Kidang
Garungan terhadap Ratu Shinta Dewi, sedangkan masyarakat Banjarnegara tidak
mempercayai mitos tersebut. Materi audio dalam karya ini terdiri dari narasi,
wawancara, aktivitas warga, atmosfir dan backsound
musik. Penata suara merencanakan teknik produksi setelah melakukan
observasi dan pendekatan pada karya serupa. Konsep atau metode produksi yang
digunakan yaitu pemilihan microphone,
penataan posisi microphone dan teknik
mixing. Pemilihan microphone berdasarkan frequency response dan polarity serta penataan microphone menyesuaikan dengan arah
sumber suara menghasilkan suara yang sesuai dengan karakteristik sumber suara
kemudian disempurnakan dengan teknik mixing
untuk menghasilkan audio yang balance
dan nyaman saat didengarkan. Setelah melakukan proses produksi dapat
disimpulkan bahwa untuk menghasilkan audio yang jelas dan balance tidak hanya dari kemampuan yang dimiliki oleh penata suara,
namun juga perencanaan penataan suara yang tepat. //ir
Tidak tersedia versi lain