Serangga dalam Al-Qur'an: Aplikasi Teori Penafsiran Muhammad Abid Al-Jabiri
Serangga dalam jumlah tertentu memang sangat berguna bagi
manusia dan mahluk hidup lainnya. Namun, apabila jumlahnya terlalu banyak akan
sangat merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dalam menjelaskan ayat-ayat
tentang serangga, penulis menggunakan analisis penafsiran yang digagas oleh
‘Abid al-Jabiri, yakni penafsiran berdasarkan tartib nuzuli dengan konsep
al-Fasl dan dilanjutkan dengan konsep al-Wasl.
Setelah menerapkan metode penafsiran tersebut
penulis menemukan beberapa hal yang menarik, yaitu: Pertama, pemilihan kata
yang digunakan Al-Qur’an mempunyai makna tersembunyi. Kedua, terdapat nilai
filosofis yang tinggi (pelajaran hidup yang amat berharga) ketika Al-Qur’an
menyebutkan tentang serangga. Ketiga, apabila ayat tentang serangga tersebut
dikumpulkan menjadi satu berdasarkan tartib nuzuli yang digagas oleh ‘Abid al- Jabiri
maka akan ditemukan rangkaian cerita yang harmonis, meskipun sebenarnya ayat
tersebut berada pada surat yang berbeda, dan masih banyak yang lainnya. //ir
Tidak tersedia versi lain