Buku ini membahas praktik jurnalistik dalam peliputan bencana alam di wilayah rawan bencana yang dikenal sebagai cincin api. Ditulis berdasarkan pengalaman langsung penulis sebagai wartawan, buku ini mengulas peran media massa dalam menyampaikan informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan keselamatan jiwa. Selain menyoroti etika jurnalistik di situasi kri…
Dokumenter Susur Galur edisi “Pawang Hujan” mengangkat tradisi pawang hujan sebagai warisan budaya Indonesia yang masih lestari di tengah masyarakat modern. Tujuan dari karya ini adalah mengenalkan kembali praktik tersebut melalui pendekatan budaya, spiritual, dan ilmiah, dengan penulis bertanggung jawab sebagai produser utama. Hasil dari karya ini menampilkan dokumenter dengan narasi yang …
Mengapa harus menjadi ahli sosial media sih? Di era digital yang serba cepat, media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi senjata utama dalam membangun merek, menjangkau pelanggan, dan mendorong pertumbuhan bisnis. Namun, bagaimana cara memanfaatkan media sosial secara efektif untuk pemasaran? Buku ini hadir sebagai panduan praktis yang dirancang khusus untuk memban…
Bencana lumpur Lapindo yang terjadi pada 29 Mei 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu tragedi lingkungan terbesar dalam sejarah Indonesia dan menimbulkan dampak sosial, ekologis, serta ekonomi yang luas. Dokumenter “Seberkas Cahaya” edisi “Tergusur Dibungkam Lumpur” bertujuan mengangkat sisi kemanusiaan dari peristiwa ini melalui pendekatan visual dan naratif. Penulis sebag…
Lumpur Lapindo adalah semburan lumpur panas yang terjadi di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Semburan lumpur panas ini selama beberapa bulan menyebabkan tergenangnya kawasan pemukiman warga, lahan pertanian, serta mempengaruhi aktifitas perekonomian di daerah yang terkena dampak lumpur lapindo tersebut. Untuk itu program dokumenter “Seberkas Cahaya” mempersembahk…
Tragedi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak Mei 2006 telah menyebabkan kerusakan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang signifikan serta menimbulkan polemik berkepanjangan terkait tanggung jawab perusahaan dan pemerintah. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menghasilkan naskah dokumenter televisi jenis potret berjudul “Seberkas Cahaya” edisi “Tergusur Dibungkam Lumpur” yang menyuar…
Isu deforestasi yang meningkat di Indonesia menuntut upaya edukasi publik mengenai keberlanjutan. Dokumenter televisi Cipta Asa edisi “Asa Tak Bertepi Omah Lor” mengangkat perjuangan Dwi Pertiwi dan Omah Lor Projects sebagai contoh praktik permakultur berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi penulisan naskah dengan gaya deskriptif dalam membangun narasi yang in…
Isu deforestasi di Indonesia yang semakin meningkat mendorong penggunaan media edukatif sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pelestarian lingkungan. Dokumenter televisi menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan tersebut secara visual dan naratif. Sebagai produser, penulis mengembangkan dokumenter Cipta Asa edisi “Asa Tak Bertepi Omah Lor” dengan pendekatan jurnali…
Permasalahan deforestasi menjadi ancaman nyata terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Omah Lor Projects hadir sebagai inisiatif lokal yang menerapkan prinsip permakultur secara holistik untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam. Skripsi ini membahas peran sinematografi dalam mendukung penyampaian pesan keberlanjutan melalui program dokumenter televisi “Cipta A…
Tradisi pawang hujan yang masih lestari di tengah masyarakat Indonesia menjadi latar belakang penciptaan program dokumenter televisi Susur Galur edisi “Pawang Hujan”, yang bertujuan mengangkat nilai budaya dan spiritualitas lokal melalui pendekatan naratif dalam penulisan naskah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan riset lapangan, wawancara mendalam, observasi langsung, sert…