Daftar Koleksi

Pengembangan Ide Produser Program Dokumenter Televisi “Warisan Budaya Indonesia” Edisi “Tradisi Mepandes Dan Kesehatan Gigi”

Penciptaan karya produksi “Warisan Budaya Indonesia” Edisi “Tradisi Mepandes Dan Kesehatan Gigi” ini mengambil tema Ritual Mependes di Bali. Penulis ingin memberikan informasi kepada khalayak bahwa Bali memiliki kebudayaan yang sangat sakral yaitu Tradisi Mependes yang perlu dilestarikan serta juga memberikan informasi dampak kesehatan gigi dari ritual Mependes. Dalam permasalahan yang penulis bahas dalam program ini terkait dampak kesehatan gigi dalam tradisi Mependes ini bahwa banyak kekurangan seperti pengikisan email gigi dan menghilangkan fungsi dari gigi tersebut. Namun di balik itu semua budaya Hindu Bali  tetap melakukan tradisi Mependes hingga sekarang. Dalam skripsi penciptaan karya produksi penulis menggunakan format dokumenter bergenre Potret. Program “Warisan Budaya Indonesia” menyampaikan pesan kepada audience melalui audio visual yang tidak membosankan dengan alur cerita yang menarik. Penulis mengembangkan ide dengan menerapkan teori Gaya Expository Documentary menggunakan alur maju progresif dan animasi bergambar sesuai judul skripsi yang dipilih. Penerapan tersebut terbagi dalam setiap sequence yang disajikan. Penulis sebagai produser telah bertanggung jawab dari pra produksi hingga pasca produksi.//yn

Oleh Nuraida S. Mizanto

Alur Progresif Dalam Penulisan Naskah Program Dokumenter Televisi Jakarta Bercerita Edisi Raih Berkah Rongsokan

Skripsi penciptaan karya produksi ini membahas mengenai penerapan alur maju atau progresif dalam penulisan naskah dokumenter televisi. Skripsi dan karya menjelaskan kehidupan Istiqomah, seorang wiraswasta yang terjun di dunia perlapakan rongsok atau barang bekas di Jakarta. Untuk penggiat usaha mandiri yang sukses, meski hidup di tengah keprihatinan, Istiqomah harus berjuang sekuat tenaga dan belajar dari nol untuk mengembangkan bisnis lapaknya hingga akhirnya bisa meraih kesuksesan seperti sekarang. Penerapan alur maju dalam naskah bertujuan menceritakan secara bertahap tentang pekerjaan pelapak rongsok dan pencapaian narasumber di masa sekarang. Penulis naskah melibatkan diri pada permasalahan yang ada, agar naskah yang di produksi mampu mewakili perasaan narasumber dan mampu menyentuh emosi penonton. Penulis membagi tahapan penciptaan mulai dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Naskah dalam karya produksi disampaikan dengan alur progresif yang tertdiri dari pengenalan situasi, kondisi dan narasumber, kemunculan konflik dan penyelesaian. Naskah juga disertai dengan data, sehingga audience selalu mendapatkan inspirasi, informasi dan edukasi baru saat menyaksikan tayangan dokumenter televisi "Jakarta Bercerita" Edisi "Raih Berkah Rongsokan".//yn

Oleh Talitha Yumnaa

Pengembangan Ide Produser Dalam Dokumenter Televisi Musiklopedia Edisi Keroncong

Keroncong merupakan jenis musik khas Indonesia. Perkembangan zaman menggeser keroncong sebagai musik yang kurang disukai oleh masyarakat pada saat ini. Penciptaan Karya Dokumenter Televisi Musiklopedia Edisi Keroncong ini ingin memberikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan musik keroncong hingga saat sekarang. Dalam dokumenter televisi ini penulis memfokuskan pada permasalahan musik keroncong di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penulis sebagai produser mencoba mengkomperasikan musik keroncong masa dulu dan masa kini, bagaimana peran musisi keroncong generasi tua dan generasi muda dalam mempertahankan eksistensi musik keroncong di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya. Penulis sebagai produser mengangkat topik kedalam sebuah karya audio visual dengan format Dokumenter Perbandingan atau Kontradiksi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada audience bagaimana perkembangan musik keroncong dari dulu hingga sekarang. Dengan menggunakan metode observasi, perencanaan produksi hingga pasca produksi akhirnya terwujud sebuah karya dokumenter perbandingan yaitu Musiklopedia edisi Keroncong.//yn

Oleh Boni Damara Sakti

Penulisan Naskah Story Telling Dalam Program Dokumenter Televisi Rekam Budaya Edisi Legenda Dari Tanah Brahmana

Tradisi Ruwatan Cukur Rambut Gimbal merupakan tradisi budaya spiritual di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Anak-anak yang berambut gimbal dipercaya masyarakat Dieng sebagai anak-anak yang dibanyangi roh Kyai Kolodete yang telah moksa pada waktu bertapa. Anak Gimbal disebut titisan Kyai Kolodete yang akan dijadikan makanan Batarakala. Untuk melepaskan malanya, maka Anak Gimbal tersebut harus diruwat. Tujuan program dokumenter "Ragam Budaya" edisi "Legenda Dari tanah Brahmana" adalah memberikan informasi dan edukasi kepada penonton melalui audio visual tentang mitos anak berambut gimbal dalam sudut pandang multikultur sebuah budaya. Program dokumenter sejarah ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat, menggunakan data melalui statement narasumber dan narasi. Sebagai penulis naskah pada program dokumenter televisi "Rekam Budaya" edisi "Legenda Dari Tanah Brahmana" adalah memberi informasi melalui naskah story telling yang penulis tuangkan dalam karya dokumenter sekaligus memperkenalkan budaya ruwatan di Dieng. Selain penggunaan teknik penulisan story telling, penulis juga menggunakan gaya bahasa Majas Alegori dan Parabel untuk menghasilkan naskah yang tidak memprovokasi dan dapat menenangkan penonton.//yn

Oleh Irsandy Dwi Oktora

Implementasi Komposisi Visual Dan Developing Shot Dalam Program Dokumenter Televisi Rekam Budaya Edisi Legenda Dari Tanah Brahmana

Tradisi Ruwatan Cukur Rambut Gimbal merupakan tradisi budaya spiritual di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Anak-anak yang berambut gimbal dipercaya masyarakat Dieng sebagai anak-anak yang dibanyangi roh Kyai Kolodete yang telah moksa pada waktu bertapa. Anak Gimbal disebut titisan Kyai Kolodete yang akan dijadikan makanan Batarakala. Untuk melepaskan malanya, maka Anak Gimbal tersebut harus diruwat. Program dokumenter sejarah ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat, menggunakan teknik developing shot dalam komposisi visual, dengan gaya performatif, dan pendekatan cinema verite, dalam penayangan latar belakang masyarakat Dieng yang melestarikan budaya ruwatan anak berambut gimbal. Tujuan program acara ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada audience melalui  audio visual, tentang mitos anak berambut gimbal dalam sudut pandang multikultur sebuah budaya. Sebagai Pengarah Acara, penulis mengimplementasikan teknik developing shot yang merupakan teknik pengambilan gambar dengan mengkombinasikan seluruh pergerakan objek, pergerakan kamera, pergerakan lensa, dikombinasikan dengan pencahayaan natural, serta pendekatan psikologis dalam bingkai sudut pandang, dan dikolaborasikan dengan pengemasan tipe dinamik dalam komposisi visual. Tujuannya adalah untuk menciptakan inovasi audio visual yang dinamis dan dramatis, dalam tayangan dokumenter televisi yang informatif, edukatif, dan performatif.//yn

Oleh Achmad Irfan Muzaki

Berita Terbaru