Daftar Koleksi

Teknik Rigging Texture Pada Film 3 Dimensi “Hari Sial”

Teknik Rigging dalam animasi 3 dimensi semakin beragam. Salah satunya rigging texture, yaitu penggunaan media texture yang dijadikan rigging facial expression serta lipsync pada karakter 3 dimensi. Teknik ini dalam software 3 dimensi Blender telah tersedia dan mudah dalam pengaplikasiannya. Pada tahapan produksi animasi 3 dimensi diawali dengan pembentukan ide film, konsep cerita, konsep film, dan penentuan proses produksi. Kemudian film diproduksi dimulai dari modelling, texturing, rigging, pengaturan lighting, layout, animate, dan rendering. Untuk pembuatan texturing yang akan digunakan sebagai facial expression ataupun lipsync dapat dikerjakan dengan software pengolah gambar seperti Adobe Photoshop. Teknik ini merupakan teknik yang menarik karena objek dan animasi yang dihasilkan merupakan penggabungan antara 2 dimensi dan 3 dimensi. Objek berupa 3 dimensi dengan animasi pada facial expression/lipsync berupa 2 dimensi. Pada film animasi 3 dimensi yang berjudul Hari Sial, menggunakan penggabungan teknik rigging dan texturing menggunakan software Blender. Tujuannya untuk memperkaya penggunaan rigging yang pengaplikasiannya tidak hanya pada objek 3 dimensi, melainkan juga texturing. Hasil dari penggunaan rigging texturing pada film animasi “hari Sial”, menjadikan film ini menjadi lebih menarik dengan karakter yang khas karena menggunakan facial expression dari rigging texture.//yn               

Oleh Fakhrusy Syakirin

Produksi Film Pendek Animasi 2D “Life Hacks”

Berdasarkan pengalaman pribadi penulis mendapatkan ide untuk membuat sebuah karya film pendek Animasi 2D yang bertemakan tutorial pemanfaatan barang yang tidak terpakai menjadi barang yang berguna dengan judul “Life Hacks”. Film Animasi 2D ini menceritakan tentang sepasang kakak dan adik yang ingin memanfaatkan kardus bekas mie instan menjadi sebuah rak buku. Karya produksi tugas akhir ini disusun berdasarkan metode hasil pembahasan dan analisis karya produksi dari sisi teknis animasinya. Tahapan produksi film pendek animasi ini meliputi pra produksi, produksi dan pasca produksi. Software yang digunakan adalah Adobe Illustrator, Adobe After Effect, dan Adobe Premiere. Teknik animating 2D ini menggunakan Puppet pin tool pada Software After Effect. Dengan menggunakan teknik Puppet Pin Tool ini penulis berhasil membuat film animasi 2D sesuai dengan proposal yang diajukan.//yn

Oleh Calvian Azmi Pramawasto

Produksi Film Pendek Animasi 2D “Selamatkan Teman Hijau”

Global Warming atau pemanasan global terjadi karena perbuatan manusia. Hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, penendalian bencana dieksploitasi oleh manusia besar-besaran. Perlu diadakan penyuluhan atau gerakan untuk melindungi hutan, salah satunya dengan film animasi. Film animasi dengan format 2D dengan teknik frame by frame ini dibaut untuk memberikan informasi kepada penonton untuk melestarikan hutan dengan penanaman pohon. Pembuatan dengan 3 tahap yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Software yang digunakan menggunakan Adobe Flash karena mempunyai fitur keyframe yang membantu dalam proses pembuatan gerakan setiap frame dan tools onion skin untuk menampilkan gerakan inbetween yang sudah di gambar. Film ini menggunakan format 2D agar tampilannya sangat sederhana namun informasi dapat dipahami dengan mudah dengan bantuan cerita, narasi dan teknik yang mudah dipelajari bagi calon animator yang ingin membuat film animasi.//yn

Oleh Hannief Pratama Putra

Implementasi Rigify Pada Film Animasi 3D Berjudul “Sebenarnya”

Ide penciptaan karya produksi film animasi ini dirumuskan masalah bagaimana memanfaatkan dan menerapkan teknik rigging menggunakan plug-in rigify pada software Blender dalam film animasi 3D berjudul “Sebenarnya”. Film animasi  3D berjudul “Sebenarnya” yang diambil dari sisi cerita, menceritakan tentang keseharian seorang remaja putri penderita gangguan mental. Animasi ini bercerita tentang seorang remaja putri biasa yang tanpa sadar telah terganggu Kesehatan mentalnya, yaitu mengalami gangguan kecemasan. Film animasi ini disajikan dalam bentuk animasi 3 dimensi dengan durasi singkat, agar tidak berbelit-belit dan lebih mudah dipahami oleh remaja. Film  animasi ini memiliki durasi kurang lebih 5 menit karena film ini berjenis film pendek. Film pendek ini dikemas dalam sebuah karya animasi 3D dengan format video PAL. Format karya PAL dipilih karena kualitas video yang dihasilkan memiliki resolusi video yang banyak digunakan untuk penayangan melalui internet maupun televisi.//yn

Oleh Yulia Putri Widyaningtyas

Perancangan Game “Angkrush” Sebagai Media Pengenalan Angkringan

Kuliner Tradisional yang paling terkenal di kota Yogyakarta adalah angkringan. Angkringan merupakan sebuah gerobag dorong yang menjual makanan yang khas yaitu sego kucing.  Namanya unik namun tidak ada kaitannya dengan kucing. Sego kucing merupakan perumpamaan terhadap makanan ini dikarenakan nasi ini hanya sedikit atau sekepal tangan lalu ditambah dengan oseng teri, sate telur puyuh dan gorengan, dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Casual game adalah sebuah genre game yang jauh dari permainan hentakan, kekerasan, dan kompleksitas, permainan yang bertujuan untuk menarik pemain seluas mungkin dari berbagai kalangan. Dengan mengangkat  Angkringan, game Angkrush dirancang untuk mengenalkan Angkringan dengan menggunakan berbagai macam software pengolah grafis serta game engine Unity. Game ini dapat dimainkan menggunakan platform smartphone yang berbasis system operasi android. Tujuan dari game ini adalah melayani pelanggan dan mendapatkan skor tertinggi. Diharapkan gameplay yang disajikan dapat mengenalkan kepada pemain apa itu Angkringan.//yn

Oleh Dananda Teguh Perkasa Ginting

Berita Terbaru