Daftar Koleksi

Iklim Komunikasi Dalam Meningkatkan Kinerja Dosen (Studi Deskriptif Kualitatif pada Universitas Boyolali)

Iklim komunikasi dalam organisasi bisa dipengaruhi dari berbagai hal seperti bagaimana cara anggota berkomunikasi dan bagaimana cara bersikap. Untuk dapat menciptakan iklim komunikasi dianggap lebih penting karena mempengaruhi bagaimana cara menyesuaikan diri di organisasi agar dapat menjalankan tugasnya masing-masing dengan lebih baik. Semakin ketatnya persaingan antar perguruan tinggi mendorong produktivitas kinerjanya. Peran kinerja dosen menjadi penting dalam upaya encapai tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim komunikasi dalam meningkatkan kinerja dosn pada Universitas Boyolali. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui dosen Universitas Boyolali. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Universitas Boyolali terdapat iklim komunikasi (supportiveness, partisipasi, kepercayaan, keterbukaan, kinerja yang tinggi) dalam meningkatkan kinerja dosen.//yn

Oleh Muhammad Ziad Aflah

Pengaruh Beauty Vlogger Suhay Salim Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswi (Studi Kuantitatif Pada Program Studi Manajemen Informasi dan Komunikasi Tahun Angkatan 2016-2017)

Berkembangnya beauty vlogger membawa pengaruh tersendiri bagi perkembangan dan sebar luas tren kecantikan. Dengan hadirnya media daring telah memberi ruang tanpa batas untuk mendukung promosi produk, citra produk yang baik, dan peningkatan konsumsi produk kosmetik dan kecantikan di Indonesia, yang juga dipengaruhi oleh sikap dan perilaku konsumen di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Teori TEARS (Shimp, 2014:46). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar variable beauty vlogger dengan lima dimensi, yaitu Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect dan Simiarity dalam mempengaruhi Perilaku Konsumtif mahasiswi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode angket atau kuesioner yang disebarkan kepada 55 orang mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trustworthiness memberikan pengaruh dengan prosentase sebesar 15,8%, Expertise memberikan pengaruh dengan prosentase sebesar 15,9%, Attractiveness memberikan pengaruh dengan prosentase sebesar 19,6%, selanjutnya Respect memberikan pengaruh dengan prosentase sebesar 15,6%, dan Similarity memberikan pengaruh dengan prosentase sebesar 13,9%. Secara bersama-sama Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect, dan Sililarity memberikan pengaruh positif dengan prosentase sebesar 80.8%.//yn

Oleh Cahyaningtyas Kurnia Wijayanti

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Dosen Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa (Studi Kuantitatif di Jurusan Penyiaran Angkatan 2017 Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta)

Di lingkungan perguruan tinggi, komunikasi dibutuhkan dalam proses interaksi proses belajar mengajar maupun pergaulan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar komunikasi interpersonal dosen dengan lima dimensi yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan teori efektifitas komunikasi interpersonal (Ngalimun, 2018:38). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Penyiaran tahun Angkatan 2017 sebanyak 242 mahasiswa. Ukuran sampel penelitian sebanyak 71 mahasiswa ditentukan dengan menggunakan proportionate random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Analisis data dilakukan analisis deskriptif dan regresi ganda. hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan memberikan pengaruh dengan persentase sebesar 18,5%, empati memberikan pengaruh dengan presentase sebesar 12,5%, dukungan memberikan pegaruh dengan persentase sebesar 10,9%, selanjutnya adalah sikap positif memberikan pengaruh dengan persentase sebesar 16,3% dan kesetaraan memberikan pengaruh dengan persentase sebesar 15,2%. Secara bersama-sama keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan memberikan pengaruh positif dengan presentase sebesar 73,4%.//yn

Oleh Sirait, Cristin Nofia

Peran Brand Ambassador Blackpink Dalam Meningkatkan Brand Awareness Shopee (Studi Deskriptif Kualitatif pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi dan Komunikasi Sekolah Tinggi Multi Media)

Ketatnya persaingan industri perdagangan elektronik membuat para pemain marketplace di Indonesia mulai banyak menawarkan ragam pilihan marketplace beserta kelebihannya. Guna meningkatkan angka penjualan, perusahaan melakukan segala daya upaya untuk menananmkan brand awareness terhadap produk kepada calon konsumen. Lamanya berdiri suatu perusahaan tidak lantas membuat perusahaan menjadi nomor satu. Perusahaan akan sulit bertahan jika tidak mudah diingat atau dikenal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Blakpink sebagai brand ambassador Shopee sehingga dapat meningkatkan brand awareness Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui Mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi dan Komunikasi Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador Blackpink memiliki peran dalam meningkatkan brand awareness Shopee. Indikator brand ambassador seperti transparancy, congruence, credibility, attractiveness, dan power. Semua indikator yang dibutuhkan oleh brand ambassador dimiliki oleh Blackpink sehingga brand awareness Shopee melekat pada konsumen.//yn

Oleh Vindasari Kumala Dewi

Implementasi Web 3.0 Dalam Meningkatkan Customer Relationship Management (Studi Deskriptif Pada Perusahaan Niagahoster Jogja)

Pada saat ini teknologi merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dalam berbagai aspek. Penggunaan teknologi yang tepat memungkinkan kemudahan dalam penyelesaian tugas maupun pekerjaan. Dalam melakukan persaingan pada bisnis online, segala usaha dilakukan untuk dapat meraih customer sebanyak-banyaknya. Persaingan tersebut menuntut untuk dapat bagaimana menyampaikan produk perusahaan sampai ke tangan pelanggan, serta bagaimana cara perusahaan dapat menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. CRM merupakan opsional yang tepat dalam me-manage perusahaan untuk bisa memberikan kepusan yang tinggi pada peanggannya, baik sebagai stakeholder maupun shareholder.  Dalam CRM terdapat aspek penting yang perlu dibenahi untuk menjadi kunci pada penerapannya yaitu meliputi people, process, dan technology. Pada penelitian ini akan dijelaskan implementasi pada aspek teknologi menggunakan web 3.0 yaitu: 1) Semantic Web, 2) Artificial Intelligence, 3) Connectivity, 4) Ubiquity, 5) Grafik 3D dalam meningkatkan CRM. Sehingga dapat meningkatkannya dalam Aspek Acquire (memperoleh) Enhance (meningkatkan), Retain (menahan) pada perusahaan Niagahoster. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Niagahoster telah menerapkan 4 (tidak termasuk 3D Grafik) dari 5 indikator web 3.0. Hasil dari implementasi web 3.0 pada Niagahoster, dapat meningkatkan CRM sebesar 45,7% dalam kurun waktu 3 tahun.//yn

Oleh Ahmad Mursyidi

Berita Terbaru