Text
Penerapan Sinematografi pada Dokumenter Televisi “Pesan Semesta” Edisi “Menjaga Ketahanan Pangan, Memelihara Kehidupan”
Kestabilan dan keberlanjutan kondisi pangan menjadi landasan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan suatu negara. Indonesia, dengan kekayaan alam melimpah dan luasnya lahan pertanian, justru masih bergantung pada bahan pangan impor. Keterbatasan lahan pertanian, alih fungsi lahan produktif, dan perubahan iklim turut memperburuk kondisi pangan. Urban farming berbasis hidroponik hadir sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada impor pangan sekaligus memaksimalkan produktivitas di area perkotaan. Pencapaian ketahanan pangan tidak hanya menuntut kebijakan pemerintah yang berpihak pada petani, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mencapai ketahanan pangan. Penulis sebagai pengarah acara dalam produksi karya dokumenter “Pesan Semesta”, menggunakan metode pendekatan seperti, riset, observasi, dan wawancara sebagai bentuk dalam mendapatkan informasi yang akurat dan relevan. Penulis juga menerapkan aspek sinematografi dalam penggambaran visual yang berfokus pada angle kamera, tipe shot, dan movement kamera. Hasil yang penulis dapatkan sesuai telah sesuai dengan teori aspek sinematografi yang meliputi enam tipe shot, seperti extreme long shot, long shot, medium shot, medium long shot, close up, dan ectreme close up, dengan menggunakan high angle, eye level, dan low angle, serta menggunakan pergerakan tracking, panning, dan tilting, telah berhasil dijalankan dan menjadikan penggambaran visual karya dokumenter “Pesan Semesta” menjadi nyata tanpa rekayasa, sehingga penyampaian informasi yang didukung dengan penggambaran realitas visual, dapat tersampaikan secara baik kepada audiens. Melalui dokumenter “Pesan Semesta” penulis berharap dapat menyampaikan inspirasi dalam menjaga kelestarian pangan dan lingkungan bersama-sama.
Tidak tersedia versi lain