Text
Penulisan Deskriptif dalam Naskah Dokumenter Potret Televisi "Seberkas Cahaya" Edisi "Tergusur Dibungkam Lumpur"
Tragedi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak Mei 2006 telah menyebabkan kerusakan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang signifikan serta menimbulkan polemik berkepanjangan terkait tanggung jawab perusahaan dan pemerintah. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menghasilkan naskah dokumenter televisi jenis potret berjudul “Seberkas Cahaya” edisi “Tergusur Dibungkam Lumpur” yang menyuarakan pengalaman serta perjuangan korban dalam mencari keadilan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan warga terdampak, studi literatur audio-visual, serta penerapan teori gaya penulisan deskriptif sesuai dengan tahapan pra-produksi hingga pasca-produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dokumenter potret efektif dalam menyampaikan pesan kemanusiaan dan kritik sosial secara empatik dan mudah dipahami. Kesimpulannya, dokumenter ini mampu menjadi media alternatif yang memberikan ruang bagi suara korban serta membangun kesadaran publik terhadap dampak dan ketimpangan penanganan bencana
Tidak tersedia versi lain