Text
Strategi Kreatif Produser dalam Produksi Dokumenter Televisi ”Menjadi Diri” Edisi ”Merajut Iman di Tengah Perbedaan”
Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya, tanpa diskriminasi atas dasar identitas maupun ekspresi gender. Namun realitanya, waria muslim di Indonesia kerap mengalami penolakan sosial dari masyarakat saat menjalankan ibadah di ruang publik akibat stigma negatif dan rendahnya bentuk penerimaan dari masyarakat. Hadirnya Pondok Pesantren Waria Al Fatah yang berada di Yogyakarta memberikan ruang aman untuk waria muslim beribadah. Karya produksi program dokumenter televisi "Menjadi Diri" edisi "Merajut Iman di Tengah Perbedaan" merupakan karya yang bertujuan untuk menunjukkan sisi religius waria yang tetap mempertahankan iman mereka dengan bergabung menjadi santri di Pondok Pesantren Waria Al Fatah. Program dokumenter ini dikemas dalam format potret karena dinilai efektif untuk menampilkan kehidupan subjek secara dekat dan personal. Penulis selaku produser mengembangkan strategi kreatif dalam aspek-aspek guna menciptakan karya produksi yang dapat dinikmati dan bermanfaat luas. Strategi kreatif diterapkan sejak tahap penyusunan konsep hingga treatment dengan memilih bentuk program dokumenter televisi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data antara lain dengan melakukan riset, observasi, wawancara, serta melalui arsip dokumentasi visual. Hasilnya kemudian disusun dalam struktur yang ditampilkan dalam tiga segmen dengan durasi 25 menit, dan dibangun menggunakan sub format dokumenter yaitu narasi, soundbite, dokumentasi arsip, serta vox pop. Setiap sub format digunakan secara strategis untuk memperkuat penyampaian pesan inklusivitas, empati, dan keberagaman melalui pendekatan visual yang humanis
Tidak tersedia versi lain