Text
Strategi Edukasi Produser dalam Produksi Dokumenter Televisi “Cultural Mosaic” Edisi “Freedom of Faith”
Indonesia adalah negara dengan keberagaman budaya, suku, dan kepercayaan yang sangat kaya. Salah satu kelompok yang turut menjaga dan melestarikan nilainilai lokal adalah para penghayat kepercayaan. Namun, hingga saat ini, anggota penghayat masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk diskriminasi sosial, budaya, serta kendala administratif, meskipun secara hukum mereka telah memperoleh pengakuan. Stigma dan stereotip yang melekat dalam masyarakat menjadi faktor utama yang menyebabkan mereka sulit mendapatkan penerimaan secara penuh Berangkat dari realitas ini, produser menciptakan karya dokumenter televisi berjudul “Cultural Mosaic” edisi “Freedom of Faith” sebagai bentuk edukasi publik dan upaya menumbuhkan empati terhadap kelompok penghayat kepercayaan. Dokumenter ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat luas tentang keberadaan dan perjuangan para penghayat dalam mempertahankan keyakinan mereka di tengah lingkungan sosial yang masih belum sepenuhnya inklusif. Dokumenter ini menggunakan teori Strategi Edukasi Produser, Pendidikan Non Formal, Teori Semiotika, Dokumenter, dan Dokumenter media mendidik dengan mode ekspositori dan partisipatif. Metode penciptaan yang digunakan yaitu observasi, riset dan wawancara.dengan memaksimalkan proses produksi dan editing menghasilkan karya dengan durasi 20 Menit 30 detik,Karya ini dapat memberikan hasil berupa edukasi untuk kita dengan mengurangi stereotip dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa di negara multikultural.
Tidak tersedia versi lain