Text
Public Relations 6.0 : Hati, Reputasi dan Pandemi
Reputasi organisasi/korporasi tidak sekadar diukur dari pencapaian profit yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Justru di masa pandemi, reputasi harus ditunjukkan lebih kepada keberpihakan dan kepedulian organisasi/korporasi untuk membantu menyelamatkan manusia dari ancaman pandemi. Empati lebih dikedepankan, ketimbang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari publik dan konsumen.
Berkomunikasi memang tidak bisa sekadar mengirim satu pesan tunggal kepada audiens yang beragam secara latar belakang sosial, perilaku, kultur, hingga kepercayaan. Fragmentasi audiens membutuhkan sentuhan yang beragam, dari produksi konten hingga pendekatan yang sekali lagi membutuhkan hati agar lebih hakiki.
Inilah era Public Relations (PR) 6.0. Sebuah era yang membuat pendekatan PR dan komunikasi tidak lagi semata menggunakan infrastruktur dan platform fisik, melainkan sudah semestinya menyertakan “indera” (sense) keenam bernama hati. Platform, apapun itu, tetaplah sebuah produk teknologi. Ia tidak punya rasa. Ketika konten dialirkan melalui platform, maka pilihannya kepada si pengirim pesan: akan memanfaatkan hati atau asal memposting pesan.
Tidak tersedia versi lain