Text
Gaya Storytelling Dalam Naskah Program Feature Televisi “Legenda Masjid Gede Kauman” Edisi “Harmoni Ramadhan - Jejak Islam"
Masjid Gede Kauman di Yogyakarta menjadi simbol perpaduan nilai-nilai agama, budaya, dan sejarah yang terancam kehilangan relevansinya di kalangan masyarakat modern. Minimnya pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai nilai sejarah dan tradisi yang ada di masjid ini menjadi masalah utama yang diidentifikasi. Media televisi, dengan format feature, dipilih sebagai medium edukasi dan penghubung antara sejarah dan kehidupan masa kini. Penting untuk melestarikan warisan budaya Islam melalui media modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan gaya storytelling dalam penulisan naskah program feature televisi "Legenda Masjid Gede Kauman" edisi "Harmoni Ramadhan – Jejak Islam". Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait tradisi serta peran sosial masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya storytelling efektif untuk menyampaikan informasi secara mendalam dan menarik. Deskripsi visual arsitektur, kegiatan sosial selama Ramadhan, dan narasi sejarah berhasil membangun pemahaman serta emosi pemirsa. Penggunaan gaya bahasa asonansi menambah keindahan dan daya tarik narasi. Kesimpulan karya ini mampu mengedukasi dan menghibur pemirsa, serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Islam. Program ini diharapkan menginspirasi pelestarian nilai-nilai tradisi Islam melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan generasi modern. Penulis mengemas keistimewaan Masjid Gede Kauman melalui storytelling yang menggabungkan narasi narasumber, visual, audio, dan partisipasi presenter dalam kegiatan masyarakat, menciptakan cerita yang menarik dan interaktif bagi penonton
Tidak tersedia versi lain