Text
Penerapan Warna Busana Sebagai Pendukung Karakter Tokoh Drama Televisi Syuro Wibu
Drama televisi merupakan media audio-visual yang memerlukan dukungan elemen artistik untuk memperkuat narasi, salah satunya tata busana. Busana tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap visual, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter, menyampaikan emosi, serta memperjelas identitas tokoh. Tugas akhir ini bertujuan menciptakan karya drama televisi berjudul Syuro Wibu dengan fokus pada penerapan tata busana sebagai pembentuk karakter tokoh. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi langsung pada acara cosplay. Landasan Teori analisis warna berdasarkan teori Meilani dan fungsi tata busana menurut Wilson & Goldfarb. Proses penciptaan meliputi pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi, dengan penekanan pada pemilihan warna busana yang sesuai dengan karakter tokoh. Hasil penerapan teori warna dan tata busana menunjukkan bahwa pemilihan warna busana mampu memperkuat karakterisasi: tokoh Marwoto ditampilkan dengan busana berwarna gelap untuk menegaskan sifat keras dan ambisius, tokoh Bagas menggunakan warna netral dan kostum cosplay kontras sebagai simbol kreativitas dan keberanian, sedangkan tokoh Dian, Edi, dan ustadz ditampilkan dengan warna netral serta lembut untuk mempertegas peran pendukung mereka. Keseluruhan hasil karya menunjukkan bahwa tata busana berperan signifikan dalam memperkuat narasi dan identitas karakter. Pemilihan busana yang tepat tidak hanya meningkatkan estetika visual, tetapi juga mempermudah penonton memahami konflik antar tokoh, sekaligus menambah daya tarik dan makna dramatik pada sebuah karya drama televisi.
Tidak tersedia versi lain