Text
Komposisi Gambar Dalam Penyutradaraan Drama Televisi Syuro Wibu
Skripsi penciptaan karya ini berjudul "Penerapan Komposisi Gambar dalam Penyutradaraan Drama Televisi Syuro Wibu." Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana sutradara dapat memanfaatkan teori komposisi gambar sebagai bahasa visual untuk merefleksikan kerenggangan hubungan keluarga, yang utamanya disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan ego. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan prinsip-prinsip komposisi gambar, seperti framing (headroom, looking room, walking room), penempatan subjek, dan illusion of depth, sebagai panduan artistik dalam penyutradaraan drama televisi Syuro Wibu guna membangun visual yang sinematik dan bermakna. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya, yang mencakup tiga tahap: praproduksi, produksi, dan pasca-produksi. Hasil dari penciptaan karya ini menunjukkan bahwa penerapan komposisi gambar secara sistematis terbukti efektif dalam mendukung narasi dan mengkomunikasikan emosi karakter secara subliminal. Penggunaan over the shoulder shot (OTS), medium close up, dan medium shot yang dikombinasikan dengan framing yang tepat, berhasil menempatkan penonton dalam sudut pandang karakter, menguatkan ketegangan, dan menyalurkan pesan utama cerita secara logis dan realistis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komposisi gambar bukan sekadar elemen estetika, melainkan instrumen naratif yang esensial dalam penyutradaraan, yang mampu meningkatkan kualitas penyampaian cerita kepada penonton.
Tidak tersedia versi lain