Text
Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan dan Konseling dengan Siswa Bermasalah di SMK Negeri 2 Yogyakarta
Siswa-siswi SMK merupakan peserta didik yang masih berada pada fase remaja yang rentan menghadapi permasalahan dalam proses pencarian jati diri serta dinamika sosial yang memicu perilaku indisipliner dan membutuhkan penanganan. Hal ini sejalan dengan regulasi pendidikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mencegah tindakan indisipliner. Data layanan BK SMK Negeri 2 Yogyakarta menunjukkan bahwa masalah terbesar siswa berada pada aspek pribadi sebesar 29%. Lingkungan sekolah menjadi tempat yang strategis dalam pembentukan dan pembinaan karakter siswa, sehingga memerlukan layanan bimbingan dan konseling yang efektif. Komunikasi interpersonal merupakan faktor utama keberhasilan proses konseling karena melalui komunikasi interpersonal dapat tercipta hubungan yang terbuka, munculnya rasa empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal guru bimbingan dan konseling dengan siswa bermasalah di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menangani berbagai tingkatan masalah siswa (ringan, sedang, dan berat), guru BK menerapkan lima aspek komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Penerapan tersebut membantu siswa untuk lebih terbuka serta memotivasi mereka dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Tidak tersedia versi lain