Text
Analisis Kualitas Website Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Metode PIECES
Pertumbuhan internet telah meningkatkan kebutuhan masyarakat akan informasi, termasuk informasi kebencanaan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada kategori sedang dalam potensi ancaman bencana menurut data IRB BNPB 2024, dengan risiko seperti gempa bumi, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, gelombang ekstrem atau abrasi, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta tsunami. Meskipun berada pada kategori sedang, kebutuhan akan informasi yang cepat, tepat, dan akurat tetap krusial untuk mendukung mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana. Pemerintah daerah memanfaatkan teknologi informasi melalui website resmi bpbd.jogjaprov.go.id sebagai media penyebaran informasi, edukasi, dan peringatan dini kebencanaan kepada masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas website BPBD Provinsi DIY menggunakan teori PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service) dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan data traffic, website mencatat 101.349 kunjungan pada periode Mei hingga Juli 2025, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mengakses informasi kebencanaan, terutama saat terjadi peningkatan potensi bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam aspek PIECES telah terpenuhi, namun aspek performance, efficiency, dan service masih memerlukan perbaikan, khususnya terkait ukuran halaman yang besar, keterbatasan teknis dan sumber daya manusia, serta belum tersedianya fitur umpan balik dan aksesibilitas yang inklusif. Sementara itu, aspek information, economy, dan control dinilai telah berjalan dengan baik dan terkelola secara sistematis.
Tidak tersedia versi lain