Text
Gaya Bahasa Storytelling dalam Penulisan Naskah Program Feature Televisi “Another Side ” Edisi “Jejak Santet di Banyuwangi”
Kepercayaan terhadap santet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Osing di Banyuwangi sejak zaman nenek moyang. Praktik ini telah berlangsung lama dan terintegrasi erat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, seperti tradisi mistis lainnya, kepercayaan terhadap santet kerap diiringi kontroversi serta stigma negatif.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis memutuskan untuk membuat karya produksi feature televisi berjudul “Gaya Bahasa Storytelling dalam Program Feature Televisi ‘Another Side’ edisi ‘Jejak Santet di Banyuwangi’”. Dalam proses produksinya, metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara dengan narasumber.
Karya skripsi ini bertujuan untuk menerapkan gaya bahasa storytelling dalam penyajian program. Feature ini dikemas dalam bentuk human interest, sehingga mampu menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan manusia. Penerapan storytelling memungkinkan penyusunan naskah yang dapat menghubungkan penonton dengan alur cerita, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gaya bahasa storytelling berhasil diterapkan dalam proses pembuatan karya produksi feature televisi ini.
Tidak tersedia versi lain