Text
Implementasi Manajemen Krisis Humas PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta merupakan penyedia layanan transportasi publik dengan tingkat kepercayaan tinggi di masyarakat. Tingginya intensitas operasional membuat perusahaan rentan menghadapi krisis, seperti kecelakaan kereta, kebakaran sarana, hingga konflik sosial, sehingga menuntut peran strategis Humas untuk merespons secara cepat, menjaga citra perusahaan, dan menyampaikan informasi secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen krisis Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi terbuka dan tersamar, serta analisis dokumen seperti kliping media dan rilis pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas berperan aktif pada seluruh fase manajemen krisis menurut Coombs, yaitu pra-krisis (identifikasi risiko dan perencanaan strategis), fase akut (aktivasi tim krisis serta komunikasi awal yang cepat dan transparan), selama krisis (komunikasi dua arah dan pengelolaan isu di media), serta pascakrisis (evaluasi, pembelajaran, dan pemulihan citra). Strategi yang diterapkan meliputi koordinasi lintas divisi, pemanfaatan multikanal komunikasi seperti WhatsApp Crisis Center, media sosial, siaran pers, dan doorstop media, serta pendekatan berbasis empati dan keterbukaan. Evaluasi rutin dilakukan melalui rapat internal dan pemantauan *tone* media guna memperkuat reputasi perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa Humas berperan sebagai penyambung informasi sekaligus aktor strategis dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga citra perusahaan di tengah situasi krisis.
Tidak tersedia versi lain