Text
Kreativitas Produser dalam Produksi Feature Televisi ”Warisan Nusantara” Edisi ”Eksistensi Jamu Ginggang Pakualaman Yogyakarta”
Kedai Jamu Ginggang di Yogyakarta, yang didirikan sejak tahun 1930 oleh seorang abdi dalem Puro Pakualaman, telah berdiri hampir satu abad lamanya dan menjadi pelopor industri jamu di kota tersebut. Resep turun-temurun yang digunakan hingga saat ini menunjukkan komitmen terhadap keaslian dan kualitas. Tanpa penggunaan bahan pengawet dan pemanis buatan, jamu ini diracik menggunakan bahan-bahan alami, menjaga esensi dan khasiat asli jamu. Penciptaan produksi karya ini memiliki objek Jamu Ginggang Pakualaman Yogyakarta. Proses pengumpulan data pada karya ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil produksi karya tugas akhir ini menunjukan bahwa Jamu Ginggang tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga telah menarik perhatian tamu negara dan tokoh-tokoh ternama, membuktikan keunikan dan keampuhannya dalam menjaga imunitas tubuh. Dengan nuansa kuno kedai dan cara pengolahan yang masih tradisional, Jamu Ginggang tetap mempertahankan identitasnya sebagai minuman herbal yang autentik dan menyehatkan. Kesimpulan program yang diproduksi menjadi program feature televisi berdurasi 15 menit 36 detik, dengan ide sosial. Program feature televisi ”Warisan Nusantara” edisi ”Eksistensi Jamu Ginggang Pakualaman Yogyakarta” disajikan dengan format voice over dan sound on tape memberikan tayangan yang menginformasi, mengedukasi, dan menghibur kepada penonton
Tidak tersedia versi lain