Text
Gaya Bahasa Story Telling dalam Penulisan Naskah Program Dokumenter Televisi “Skema Skena” Edisi “Berjejaring Musik dalam Ruas Jari Collective”
Penciptaan karya program dokumenter televisi ini bertujuan memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang sebuah komunitas kolektif musik dengan cara bercerita. Terkadang, dalam dokumenter televisi juga terdapat wawancara dan juga musik ilustrasi sebagai pendukungnya..Program dokumenter televisi ini dikemas dengan menggunakan gaya bahasa story telling yang bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah. Terdapat lima aturan gaya bahasa story telling menurut Capputo (2001:10) yang penulis gunakan sebagai acuan, yakni Jelas (Clarity), Rasa Nyata (Realism), Dinamis (Dynamic), Kontinuitas (Continuity), dan Intuitif (Intuity). Berdasarkan analisis pada proses produksi program dokumenter televisi “Skema Skena” edisi “Berjejaring Musik dalam Ruas Jari Collective” ini, penulis bertujuan untuk menyajikan sebuah program dokumenter televisi yang mengangkat tentang sebuah komunitas kolektif musik yang ada di Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan tujuan mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri. Dengan demikian, penciptaan karya program dokumenter televisi ini menghasilkan karya yang bukan hanya mendokumentasikan kehidupan komunitas kolektif musik, tetapi juga merancang narasi yang memikat dan menyentuh hati pemirsa. Kesimpulannya adalah bahwa produksi program dokumenter televisi ini sudah dilakukan dengan baik dengan memperhatikan aturan-aturan yang digunakan serta mampu menjawab rumusan masalah yang telah penulis jabarkan pada awal penulisan
Tidak tersedia versi lain