Text
Variasi Shot dan Informasi Visual Dalam Program Dokumenter Televisi “Gatra Musika” Edisi “Pesona Keroncong Timpasko Milenial”
Pesatnya perkembangan dunia musik membuat keberadaan Keroncong mulai tergeser. Hal itu disebabkan adanya ragam musik populer seperti pop, dangdut, punk, hip-hop dan sebagainya memiliki jumlah penggemar yang lebih banyak, terutama di kalangan muda. Timpasko Milenial adalah salah satu orkes keroncong di Kotagede, Yogyakarta yang memiliki personil anak-anak muda. Orkes tersebut muncul untuk menghidupkan kembali musik keroncong agar lebih digemari oleh masyarakat khususnya anak muda. Berangkat dari fenomena tersebut, penulis menciptakan program dokumenter televisi “Gatra Musika” Edisi “Pesona Keroncong Timpasko Milenial” dengan jenis potret gaya eksposisi sehingga dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat khususnya anak muda untuk melestarikan musik keroncong. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka. Proses penciptaan dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operating Procedure) mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi. Sebagai pengarah acara mengimplementasikan variasi shot dan informasi visual karena memiliki kesinambungan dalam pengambilan gambar. Artinya setiap gambar yang diambil memiliki informasi dan tujuan yang sesuai dengan ukuran. Hal itu dibuktikan dengan terciptanya karya dokumenter yang menarik dengan variasi pengambilan gambar dan terdapat informasi tentang musik Keroncong yang dimainkan oleh Orkes Keroncong Timpasko Milenial. Hasil skripsi memberikan wawasan tentang eksistensi Orkes Keroncong Timpasko Milenial dan perkembangan musik Keroncong di Yogyakarta
Tidak tersedia versi lain