Text
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Tingkat Pemahaman Etika Penggunaan TikTok di SMA Islam Diponegoro Surakarta
Literasi digital memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan di era digital, terutama dalam membentuk etika penggunaan media sosial. Tiktok merupakan platfrom media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya pengguna yang melakukan aktivitas yang kurang etis di media sosial TikTok, seperti bahasa kasar, perilaku yang tidak sopan, serta perundungan. Tingkat penggunaan TikTok paling tinggi pada remaja SMA yang memiliki rentan usia yaitu 15 – 19 tahun. SMA Islam Diponegoro merupakan salah satu sekolah yang belum memiliki program literasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap tingkat pemahaman etika penggunaan TikTok di SMA Islam Diponegoro Surakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan dengan berbagai jenis uji yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, uji koefesien determinasi dan uji t dengan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman etika penggunaan media sosial TikTok, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 62,4% dan sisanya sebesar 37,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran yang diberikan kepada pihak sekolah untuk dapat memperkuat indikator yang masih lemah dalam varibel penelitian, seperti melakukan kegiatan literasi digital dan pelatihan yang dapat meningkatkan pemahaman siswa megenai etika dalam penggunaan media sosial TikTok.
Tidak tersedia versi lain