Text
Strategi Komunikasi Politik Pasangan Calon Bupati Pati Sudewo-Chandra (Studi Kasus: Program Kampanye Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024)
Praktik politik uang masih menjadi ancaman serius di Pilkada Kabupaten Pati. Dinamika politik Pati juga diwarnai fenomena "Adagium ora uwik ora obos" yang mencerminkan kompleksitas praktik politik lokal. Pada pilkada pati 2024 menunjukkan pergeseran politik yang signifikan ketika pasangan Sudewo-Chandra dari daerah selatan sungai Juwana memenangkan kontestasi dengan 419.684 suara. Kemenangan ini menarik karena secara historis bupati Pati selalu berasal dari daerah utara sungai Juwana dan berlatar belakang politikus, sedangkan Chandra adalah pengusaha non-politikus. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi politik pasangan Sudewo-Chandra dalam program kampanye Pilkada tahun 2024.Teori yang digunakan adalah Strategi Komunikasi Politik dengan landasan pada lima aspek yakni keberadaan pemimpin politik, merawat ketokohan dan kelembagaan, menciptakan kebersamaan, negosiasi, dan membangun konsensus. Metode penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Sudewo-Chandra mengaplikasikan strategi komunikasi politik melalui kepemimpinan politik yang kuat, ketokohan yang dibangun sejak 2009, dan metode persuasif dengan pendekatan redundancy, informative, dan educative. Pemanfaatan media cetak, sosial, dan kampanye tatap muka menunjukkan pemahaman mendalam terhadap khalayak. Kemampuan berkompromi untuk membangun dukungan lintas partai hingga tokoh nasional terbukti efektif mengubah dinamika politik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Namun, diperlukan komunikasi berkelanjutan setelah Pilkada untuk mempertahankan konsensus politik yang telah terbangun agar dukungan masyarakat tetap terjaga.
Tidak tersedia versi lain