Text
Strategi Peningkatan Citra Melalui Pemasaran Digital Di SMP Budi Mulia Dua Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemasaran digital yang diimplementasikan oleh SMP Budi Mulia Dua Yogyakarta untuk meningkatkan citra sekolah, yang sebelumnya dipersepsikan sebagai "sekolah mahal" dan eksklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Budi Mulia Dua menerapkan strategi pemasaran digital yang terstruktur berdasarkan model SOSTAC (Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action, Control). Implementasi strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan beragam platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan situs web resmi untuk menyebarkan informasi, melakukan promosi, dan berkomunikasi dengan audiens. Melalui konten-konten yang menampilkan keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik, sekolah berhasil membangun citra sebagai institusi yang religius, modern, dan menyenangkan. Strategi ini terbukti efektif dalam memperkuat empat tahapan ekuitas merek menurut teori Keller, yaitu brand identity, brand meaning, brand response, dan brand resonance. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya tim media sosial, penerapan strategi yang konsisten berhasil memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat dan meningkatkan citra sekolah secara keseluruhan.
Tidak tersedia versi lain