Text
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Partisipasi Politik Dalam Pemilihan Presiden 2024 Di Daerah Istimewa Yogyakarta
Literasi digital dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat. Kemampuan ini tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga etika, keamanan, dan budaya digital. Literasi digital menggabungkan keterampilan dasar teknologi informasi komunikasi, pemikiran komputasi, literasi media, dan literasi informasi. Salah satu hal yang dipengaruhi oleh literasi digital yaitu politik. Partisipasi dalam politik sangat dibutuhkan untuk efektivitas penyelenggaraan pemerintah. keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan dapat memengaruhi pembuatan kebijakan. Namun, terdapat sebanyak 20,18% pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Presiden 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap partisipasi politik dalam pemilihan presiden 2024 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori literasi digital dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang mencakup empat aspek yaitu digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Partisipasi politik menggunakan teori dari Huntington dan Nelson yang mencakup lima aspek yaitu kegiatan pemilihan, lobbying, kegiatan organisasi, contacting, dan violence. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil sebanyak 400 responden dengan metode area sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan program komputer SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh terhadap partisipasi politik, dengan persamaan regresi linear sederhana Y = 0,083 + 0,623X. Pengaruh literasi digital terhadap partisipasi politik sebesar 67,6% dan sisanya sebesar 32,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tidak tersedia versi lain