Text
Gaya Bahasa Storytelling pada Penulisan Naskah Dokumenter Televisi “Simpul” Edisi “Pendidikan di Tepi Sungai Gajahwong”
Dokumenter televisi bertujuan menyajikan informasi yang mendidik sekaligus menarik bagi penonton. Menurut Morissan, “Dokumenter adalah program informasi yang bertujuan untuk pembelajaran dan pendidikan, namun disajikan dengan menarik” (Morissan, 2008:222). Program dokumenter menyajikan informasi yang faktual dan terverifikasi serta memuat nilai-nilai berita, seperti kedekatan (*proximity*), keterkenalan (*prominence*), *human interest*, dan konflik (*conflict*). Selain menghadirkan nilai-nilai berita, program dokumenter juga perlu dikemas secara menarik agar mampu memikat minat penonton.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah *storytelling*. *Storytelling* atau bercerita merupakan teknik atau kemampuan untuk menyampaikan kisah melalui pengaturan adegan, peristiwa, dan dialog (Atin & Triningsih, 2018). Dalam proses penyampaian cerita, gaya bahasa memiliki peran penting untuk mengungkapkan gagasan ke dalam bentuk tertentu, baik melalui tulisan maupun media lainnya. Menurut Putri Tiah, “Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis” (Putri Tiah, 2023).
Penerapan gaya bahasa *storytelling* dalam penulisan naskah dokumenter televisi bertujuan untuk menyusun alur cerita secara terstruktur, rapi, dan mudah dinikmati oleh penonton. Berdasarkan analisis proses penciptaan karya produksi dokumenter televisi Simpul, penulis berupaya menyajikan program dokumenter dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, jelas, dinamis, nyata, dan sesuai dengan representasi pribadi. Dokumenter tersebut mengangkat permasalahan akses pendidikan yang dihadapi oleh kaum miskin kota.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Sukmadinata (2006:72), penelitian deskriptif merupakan bentuk penelitian yang bertujuan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena tersebut dapat berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, persamaan, maupun perbedaan antarfenomena.
Tidak tersedia versi lain