Text
Strategi Produser dalam Menerapkan Jurnalisme Profetik pada Produksi Dokumenter Televisi “Simpul” Edisi “Pendidikan di tepi Sungai Gajah Wong"
Dunia Pendidikan adalah dunia yang unik dan penuh dengan berbagai permasalahan, baik itu yang berasal dari intern maupun ekstern lingkungan Pendidikan. Dapat kita contohkan yang terjadi di Yogyakarta, hadir satu wadah yang menampung anak-anak untuk menuntut ilmu. Wadah tersebut muncul didasari atas kekhawatiran sekelompok anak muda terkait terenggutnya dunia anak-anak, sehingga berdirilah satu wadah yang disebut dengan Sekolah Gajah Wong. Dengan judul Strategi Produser Dalam Menerapkan Jurnalisme Profetik Pada Produksi Dokumenter Televisi “Simpul” Edisi “Pendidikan Di Tepi Sungai Gajah Wong”, penulis ingin mempersembahkan karya audio visual yang dapat mengadvokasi juga memberi wawasan perihal apa yang terjadi di tepi Sungai Gajah Wong. Seorang produser harus memiliki kemampuan dan selera yang baik, karena di tangan produser suatu program bisa baik ataupun tidak.” (Latief dan Utud, 2015 :124). Penulis sebagai produser menggunakan kerangka kerja jurnalisme profetik, Kuntowijoyo (2005:93) dalam buku Komunikasi Profetik yang ditulis Iswandi Syaputra mengatakan, bahwa istilah profetik berdasarkan pada peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Yang meliputi nilai-nilai shiddiq (kebenaran) amanah (dapat dipertanggungjawabkan), tabligh (menyampaikan dengan cara mendidik), dan fathanah (penuh dengan kebijaksanaan), karya produksi ini mengimplementasikan Langkah-lamgkah tersebut untuk mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam produksi dokumenter televisi. Produksi dokumenter ini tidak hanya menyajikan informasi yang akurat dan jujur tentang Pendidikan di tepi Sungai Gajahwong, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan yang relevan dan membangun tentang isu Pendidikan lokal. Penulis menyimpulkan dalam hasil karya ini menunjukan bahwa produser berhasil mengintegrasikan nilai-nilai jurnalisme profetik. Diharapkan bahwa hasil karya dokumenter Simpul edisi “Pendidikan di Tepi Sungai Gajahwong” dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan lebih lanjut di bidang produksi dokumenter televisi, khususnya dalam konteks penerapan prinsip jurnalisme profetik
Tidak tersedia versi lain