Text
Penerapan Alur Campuran dan Jurnalisme Sastra dalam Program Dokumenter Televisi “Mengiring Negeri” Edisi “Weaving Life”
Mukinem adalah salah seorang penganyam pandan laut termuda di Dusun Soropadan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mukinem telah menganyam sejak usia dini. Perjalanan menganyamnya dipenuhi lika-liku dan air mata. Urgensi dalam mengangkat topik ini ke dalam sebuah karya dokumenter televisi “Mengiring Negeri” Edisi “Weaving Life” yakni ingin menunjukkan makna kehidupan dari kisah Mukinem sebagai penganyam termuda. Jenis dokumenter yang diterapkan adalah dokumenter potret dengan tujuan berfokus pada sisi human interest narasumber. Penulis sebagai penulis naskah ingin bercerita mengenai kisah inspiratif Mukinem kepada masyarakat luas. Dalam karya ini penulis menerapkan alur campuran untuk memberi variasi pada plot dan jurnalisme sastra untuk menyajikan kisah nyata dengan menggunakan metode bercerita. Metode alur campuran yang penulis terapkan adalah kilas balik di pertengahan cerita atau sequence kedua. Lalu, cerita diakhiri dengan kembali ke masa sekarang dan menceritakan keresahan Mukinem. Sedangkan penerapan jurnalisme sastra menggunakan metode penulisan naskah secara naratif dengan sudut pandang orang ketiga, majas personifikasi, majas hiperbola, dan frasa konotatif. Penerapan kedua metode dalam karya dokumenter ini selaras dengan fokus penulis terhadap sisi human interest dari narasumber. Hasilnya, kisah Mukinem dapat tersampaikan dengan lebih variatif dan dramatis. Kesimpulan dari karya dokumenter televisi “Mengiring Negeri” Edisi “Weaving Life” telah diproduksi sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Penulis juga telah menerapkan alur campuran dan jurnalisme sastra dalam penulisan naskah sesuai dengan treatment dan kaidah kepenulisan naskah jurnalistik.
Tidak tersedia versi lain