Text
Strategi Komunikasi Pekerja Sosial dalam Proses Rehabilitasi Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) (Studi Kasus di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta)
Meskipun terdapat kesenjangan jumlah antara pekerja sosial dan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), proses rehabilitasi tetap dapat berjalan dengan lancar karena strategi komunikasi yang unik di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi tersebut dijalankan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur. Subjek pada penelitian ini adalah 1 (satu) Koordinator pekerja sosial dan 3 (tiga) anggota pekerja sosial. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pekerja sosial di BPRSR melakukan 5 (lima) tahap strategi komunikasi yang berdampak pada kelancaran proses rehabilitasi terhadap ABH, yaitu strategi mengenali sasaran komunikasi dengan menjalankan sistem pendekatan formal seperti assessment test yang menghasilkan laporan latar belakang dan profil kemampuan ABH yang akan dijadikan pedoman rencana intervensi, initial interview, dan home visit, serta pendekatan informal yang berupa konseling dengan pekerja sosial yang dilakukan secara rutin, strategi pemilihan media komunikasi agar memudahkan penyampaian informasi seperti melalui PowerPoint dan notes kecil, strategi pengkajian tujuan komunikasi berupa pesan motivasi, peranan komunikator yang dijalankan oleh pekerja sosial disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku, dan melakukan monitoring evaluasi melalui Case Conference yang dilaksanakan rutin sebulan sekali pada minggu ketiga. Strategi ini membentuk kerangka komunikasi yang tidak hanya menunjang proses rehabilitasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pekerja sosial dan ABH.
Tidak tersedia versi lain