Text
Komunikasi Interaksional Guru dan Siswa Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Luar Biasa Mutiara Hati Magelang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interaksional dalam membangun hubungan yang efektif antara guru dan siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya di SLB Mutiara Hati. Komunikasi yang tidak responsif dan satu arah sering kali menjadi kendala dalam menciptakan kualitas pembelajaran yang optimal bagi siswa berkebutuhan khusus, terutama siswa yang mengalami hambatan verbal dan gangguan perkembangan sosial. Dalam konteks ini, urgensi penelitian terletak pada upaya untuk mengidentifikasi praktik komunikasi interaksional guru yang mampu mendorong peningkatan partisipasi dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interaksional dari Wilbur Schramm dan Budianto, yang mencakup lima indikator utama, yaitu: respons, keterbukaan, kepercayaan, empati, dan dukungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari tiga guru di SLB Mutiara Hati yang memiliki pengalaman langsung berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi interaksional yang mengedepankan empati dan keterbukaan, serta respons verbal dan nonverbal yang adaptif terhadap kebutuhan unik setiap siswa, berkontribusi besar terhadap peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan kualitas pembelajaran. Guru yang menunjukkan pemahaman emosional dan menggunakan pendekatan nonverbal seperti ekspresi wajah yang lembut dan sentuhan ringan terbukti mampu menciptakan iklim kelas yang lebih suportif dan inklusif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interaksional yang efektif bukan hanya alat untuk menyampaikan pesan, melainkan juga medium untuk membangun koneksi psikologis yang mendalam antara guru dan siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan komunikasi interaktif bagi guru SLB sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia.
Tidak tersedia versi lain