Text
Optimalisasi Pemanfaatan Instagram @museum.sandi Oleh Museum Sandi Dalam Membangun Brand Awareness
Kemajuan teknologi menuntut Museum Sandi membangun kehadiran digital yang kuat untuk menarik generasi muda. Melalui konten kreatif dan relevan, Museum Sandi berupaya mempertahankan relevansi serta meningkatkan jumlah pengunjung di tengah persaingan destinasi edukatif berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pemanfaatan Instagram @museum.sandi.id oleh Museum Sandi dalam membangun *brand awareness*. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis penelitian mengacu pada teori 4C’s of Social Media Operating System oleh Chris Heuer, yang meliputi *context*, *communication*, *collaboration*, dan *connection*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek *context* terlihat melalui pembagian konten ke dalam kategori utama, yaitu sejarah persandian dan keamanan informasi, serta dilengkapi dengan variasi lain seperti *giveaway*, promosi acara, dokumentasi kegiatan, dan rilis edukasi. Aspek *communication* dibangun secara dua arah dengan penggunaan gaya bahasa yang santai melalui sapaan “Halo Sahabat Museum Sandi”, sementara fitur interaktif seperti *polling* dan sesi tanya jawab masih belum dimanfaatkan secara optimal. Pada aspek *collaboration*, Museum Sandi menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengunjung dan *media partner*, meskipun masih terdapat tantangan terkait konsistensi visual yang perlu diperhatikan. Adapun aspek *connection* dibangun melalui pendekatan organik dengan menjalin hubungan bersama jaringan pengunjung dan mitra, yang didukung oleh interaksi aktif pada konten yang dipublikasikan. Upaya tersebut berdampak pada peningkatan *brand awareness* yang tercermin dari pertumbuhan jumlah *followers* serta tingginya *engagement* akun sejak mulai aktif digunakan pada tahun 2019.
Tidak tersedia versi lain