Text
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Pada Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Belajar Siswa SMA Negeri 1 Wonosobo
Kurikulum Merdeka adalah sistem pendidikan yang memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, menyesuaikan metode dengan kebutuhan individu siswa, dan mendorong guru sebagai fasilitator. Kurikulum ini berfokus pada pendekatan yang lebih adaptif untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dalam Kurikulum Merdeka terhadap minat belajar siswa SMA Negeri 1 Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode *simple random sampling*. Data penelitian diperoleh dari analisis menggunakan IBM SPSS Statistics 30. Hasil uji-F menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat belajar (*Fhitung* = 47,517; Sig. = 0,000). Koefisien determinasi (*R²*) sebesar 0,737 menunjukkan bahwa 73,7% variasi minat belajar dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal. Uji-t menunjukkan bahwa variabel penerimaan (*X₁*), penerima (*X₂*), dan afek (*X₃*) berpengaruh signifikan terhadap minat belajar dengan nilai signifikansi masing-masing 0,011; 0,031; dan 0,000. Sebaliknya, variabel pesan (*X₂*) dan media (*X₃*) tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,715 dan 0,495. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran penting dalam meningkatkan minat belajar siswa, terutama melalui unsur penerimaan, penerima, dan afek. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya interaksi guru yang efektif dan responsif untuk mendukung keterlibatan serta motivasi belajar siswa.
Tidak tersedia versi lain