Text
Strategi Komunikasi Pemasaran Hotel Boutique Artotel Yogyakarta Dalam Meningkatkan Brand Awareness
Pasca pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi munculnya fenomena revenge tourism dimana masyarakat balas dendam untuk kembali berwisata setelah mengalami pembatasan aktivitas karena pandemi. Meningkatnya angka kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta berdampak pada tingginya okupansi hotel, salah satunya Artotel Yogyakarta sebagai gabungan modern lifestyle hotel dan seni kontemporer. Kompetitor Artotel Yogyakarta dengan konsep dan segmentasi serupa menjadi ancaman bagi Artotel sebagai hotel butik karena persaingan bisnis yang semakin ketat sehingga kesadaran merek menjadi penting untuk menjangkau segmentasi yang luas dan tetap unggul diantara hotel-hotel dengan konsep serupa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Artotel Yogyakarta telah menerapkan strategi integrated marketing communication dengan kesadaran merek berada di tingkat brand recognition. Advertising dilakukan melalui media sosial, public relations diperkuat dengan media relations, experiental marketing, dan mengadakan acara rutin, sales promotion berupa program loyalty Artotel Wanderlust, paket bundling, aktivasi give away, dan undian. Pendekatan personal selling dilakukan dengan sales visit (B2B) dan berpartisipasi pada wedding expo (B2C), kegiatan direct marketing melalui email marketing, telemarketing dengan pesan digital membantu menjaga keterlibatan konsumen. Secara keseluruhan, strategi ini meningkatkan visibilitas merek Artotel dan memperkuat posisinya di pasar Yogyakarta.
Tidak tersedia versi lain