Text
Komunikasi Transendental Pada Santri Tuli Pondok Pesantren Darul Ashom Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan santri Pondok Pesantren Darul Ashom Yogyakarta yang memiliki kondisi disabilitas dalam pendengaran yaitu tuli. Kondisi tuli tidak menghalangi para santri untuk tetap mengikuti aktivitas yang ada di dalam Pondok Pesantren Darul Ashom, baik dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial. Kegiatan keagamaan dan sosial yang dilakukan dengan bantuan bahasa isyarat, membuat komunikasi santri tuli berbeda seperti pada umumnya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan komunikasi transendental pada santri tuli. Teori yang diacu dalam penelitian ini teori komunikasi transendental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan bantuan sistem NVivo. Hasil penelitian menunjukkan *emotionall quotiqent* menjadi aspek yang paling banyak memengaruhi santri tuli dalam berkomunikasi transendental. Namun, peran *spiritual quotient*, *intellectual quotient*, dan kondisi lingkungan juga memberikan andil ketika santri tuli berkomunikasi transendental.
Tidak tersedia versi lain