Text
Simbol dan Tanda Pada Properti Artistik Drama Televisi “Kala Biarkan Teduh Pergi”
Penataan artistik dalam drama televisi berperan penting dalam menyampaikan makna dan mendukung alur cerita. Skripsi produksi ini menyoroti penggunaan simbol dan tanda pada properti artistik khususnya hand property dalam drama “Kala Biarkan Teduh Pergi.” Tujuannya adalah menciptakan properti yang tidak hanya memperkuat visual, tetapi juga memiliki makna simbolis yang memperdalam pemahaman penonton. Menggunakan metode semiotika Roland Barthes, proses pembuatan dilakukan melalui tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Properti utama meliputi bunga krisan putih, edelweis, dan guci abu, masing-masing mewakili kesucian dan duka, cinta abadi, serta kepergian. Hasil akhir menunjukkan bahwa simbolisme tersebut efektif menyampaikan emosi serta perkembangan karakter Kala tanpa banyak dialog. Bunga krisan putih menjadi penanda perjalanan emosional Kala dari kedukaan menuju keikhlasan. Pendekatan ini menjadikan karya bukan sekadar hiburan, tetapi juga media visual yang membantu penonton memahami kompleksitas emosi manusia. Kata Kunci: Simbol, Tata Artistik, Semiotika, Drama TV.
Tidak tersedia versi lain