Text
Penerapan Three Act Structure Dalam Penulisan Naskah Drama Radio “Langit Tak Selalu Biru”
Tugas Akhir penciptaan karya produksi ini membahas penerapan **Three Act Structure** dalam penulisan naskah drama radio **“Langit Tak Selalu Biru”** yang mengangkat isu kehidupan remaja, khususnya proses penerimaan diri dan keberanian dalam memperjuangkan mimpi. Perkembangan media digital yang menuntut radio menghadirkan konten kreatif dan relevan bagi generasi muda menjadi latar belakang penciptaan karya ini. Drama radio dipilih karena mampu membangun kedekatan emosional melalui kekuatan narasi, dialog, musik, dan efek suara. Karya ini bertujuan menerapkan **Three Act Structure** sebagai dasar penyusunan alur cerita yang terstruktur, sehingga mampu mendukung efektivitas penyampaian pesan kepada pendengar. Metode penciptaan menggunakan pendekatan **Three Act Structure** yang terdiri atas **Set Up**, **Confrontation**, dan **Resolution**, didukung dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa struktur tiga babak mampu membangun alur cerita yang sistematis, memperkuat perkembangan karakter, serta menciptakan konflik dan penyelesaian yang logis. Selain itu, pemanfaatan unsur narasi, dialog, musik, dan efek suara berhasil membangun *theater of mind*, sehingga pesan mengenai pentingnya penerimaan diri dan keberanian meraih cita-cita dapat tersampaikan secara lebih efektif. Dengan demikian, drama radio **“Langit Tak Selalu Biru”** tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang mampu memberikan pengalaman emosional dan nilai positif bagi pendengarnya.
Tidak tersedia versi lain