Text
Penerapan Tangga Dramatik Non Drama pada Dokumenter Televisi “Menuju Persimpangan Waktu” Episode “Bab yang Berbeda”
Tugas Akhir penciptaan karya produksi ini membahas penerapan tangga dramatik non-drama dalam penulisan naskah dokumenter televisi Menuju Persimpangan Waktu episode “Bab yang Berbeda.” Karya ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya stigma negatif terhadap penyandang disabilitas yang menyebabkan terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai kemampuan dan potensi mereka. Kondisi tersebut menginspirasi penulis untuk menyusun naskah dokumenter yang mampu mengedukasi sekaligus menginspirasi melalui kisah nyata para penyandang disabilitas yang tetap percaya diri dan berjuang meraih mimpi. Tujuan penciptaan karya ini adalah menerapkan tangga dramatik non-drama sebagai dasar penyusunan alur cerita agar penyampaian informasi berbasis fakta menjadi lebih emosional, terstruktur, dan mudah dipahami oleh penonton. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan penyusunan sinopsis, treatment, dan full script, dengan menerapkan lima tahapan tangga dramatik non-drama, yaitu introduksi (pemaparan), agak menarik, lebih menarik, paling menarik, dan penyimpulan (penutup). Hasil penerapan menunjukkan bahwa struktur dramatik tersebut mampu membangun alur cerita secara bertahap, mulai dari pengenalan tokoh dan latar belakang kehidupannya, penyajian konflik, perkembangan kisah dari berbagai sudut pandang, hingga penyampaian pesan inspiratif pada akhir cerita. Pendekatan ini berhasil memperkuat keterlibatan emosional penonton sekaligus menyampaikan nilai tentang kesetaraan, kemandirian, dan semangat para penyandang disabilitas. Dengan demikian, penerapan tangga dramatik non-drama terbukti efektif dalam menghasilkan naskah dokumenter yang informatif, inspiratif, dan mampu membangun empati penonton terhadap isu disabilitas.
Tidak tersedia versi lain