Text
Penerapan Gaya Bahasa Informal Dalam Naskah Magazine Show Doyan Dolan Episode “Cerita Dibalik Awan Gunung Purba”
Penciptaan karya Doyan Dolan dilatarbelakangi oleh perkembangan media televisi digital yang menuntut kualitas naskah yang lebih komunikatif untuk menjangkau audiens muda. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk menerapkan gaya bahasa informal dalam penulisan naskah program magazine show \"Doyan Dolan\" guna membangun kedekatan emosional dan menciptakan interaksi yang lebih personal dengan penonton. Program Doyan Dolan berdurasi 28 menit, terbagi ke dalam empat rubrik, yaitu Doyan Spot, Doyan Tips, Doyan Misteri, dan Doyan Kuliner. Proses produksi naskah dilakukan melalui observasi, wawancara, dan riset lapangan di Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta, dengan menerapkan teknik gaya bahasa informal seperti penggunaan campur kode (code mixing), struktur kalimat tidak lengkap, serta kontraksi kata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan gaya bahasa informal mampu menciptakan suasana komunikasi yang cair dan natural, sehingga informasi yang disampaikan lebih mudah diterima oleh target audiens. Analisis terhadap naskah menunjukkan bahwa penggunaan campur kode bahasa asing hanya mencapai 14,6%, yang berarti tetap mematuhi standar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang menetapkan batas maksimal penggunaan bahasa asing di bawah 30%. Dengan demikian, gaya bahasa informal terbukti dalam meningkatkan daya tarik konten tanpa melanggar regulasi penyiaran yang berlaku.
Tidak tersedia versi lain