Text
Gaya Bahasa Story Telling pada Program “Kelana Negeri” Episode “Nirmala Yogya Paes Ageng”
Upacara perkawinan di DI Yogyakarta sedikit banyak terinspirasi dari Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai sumber budaya, yang mencakup adanya upacara adat. Tata Rias Pengantin Yogya Paes Ageng menjadi budaya turun menurun keluarga Keraton Yogyakarta. Tata Rias Pengantin Yogya Paes Ageng, mencakup tentang tata rias wajah, tata rias rambut serta tata busana yang dikenakan oleh pengantin. Seiring berkembangnya zaman, kesakralan Tata Rias Paes Ageng melai terkikis dan tergantikan dengan Tata Rias Paes Ageng modifikasi. Dari pengertian inilah dibuat sebuah karya dokumenter televisi menggunakan format dokumenter sejarah budaya dengan judul “Nirmala Yogya Paes Ageng”. Penciptaan karya ini bertujuan memproduksi karya dokumenter televisi yang menggunakan gaya bercerita melalu gaya bahasa story telling agar lebih menarik dan mudah tersampaikan kepada masyarakat. Gaya bahasa story telling dalam episode ini akan memikat dan menggugah perasaan penonton. Penggunaan bahasa yang deskriptif dan imajinatif membantu dalam membawa penonton ke dalam pengalaman “Nirmala Yogya Paes Ageng” dengan kedalaman emosional yang mendalam. Data dikumpulkan dengan riset, observasi dan wawancara, lewat tiga tahapan produksi SOP (Standart Operation Procedure), praproduksi, produksi dan pasca-produksi. Berdasarkan analisa penciptaan yang penulis jabarkan, diperoleh kesimpulan bahwa telah diterapkannya penggunaan gaya bahasa story telling dapat menghasilkan dampak yang membuat naskah menjadi lebih hidup dan membangun pesan secara imajinatif kepada penonton.
Tidak tersedia versi lain