Buku ini berisi tentang ironinya kebebasan pers. Di jaman kekebabasan pers, jurnalis bebas menulis segala hal-ihwal penyimpangan maupun penyelewengan jabatan. Tulisan-tulisan seperti ini beresiko memojokkan si pelaku dan membuat murka si curang. orang-orang curang ini akan marah. Mereka akan menuntut si jurnalis. Untung kalau hanya sekedar menuntut si jurnalis ke pengadilan . Bukan tidak mungki…
Bagi para penulis dan jurnalis, bahasa adalah senjata dan kata-kata adalah pelurunya. Mereka tidak mungkin bisa melumpuhkan kekuatan pikiran, suasana hati, dan gejolah perasaan khalayak pembaca, pendengar atau pemiranya, jika tidak menguasai bahasa jurnalistik dengan benar dan baik. Mereka harus dibekali dengan amunisi memadai dengan cara menguasai kosa kata, ejaan, pilihan …