Program dokumenter “Pesona Dusun Wotawati” merupakan karya dengan konsep eksplorasi dan petualangan yang bertujuan mengangkat keunikan budaya suatu tempat yang memiliki ciri khas serta keindahan tersendiri. Dalam proses penyuntingannya, program ini menerapkan teknik continuity editing atau penyuntingan berkesinambungan untuk menciptakan alur cerita yang jelas dan mudah dipahami oleh audiens…
Kualitas visual merupakan faktor krusial dalam keberhasilan sebuah program dokumenter, di mana salah satu teknik utama untuk mencapainya adalah color grading yang tidak hanya berfungsi mengoreksi warna, tetapi juga membangun estetika visual, suasana, dan narasi cerita. Tugas akhir ini mengimplementasikan teknik primary grading, secondary grading, dan creative grading pada program dokumenter “…
Program dokumenter “Bumi Sasak” mengulas sejarah adat Desa Sasak Ende yang masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur di tengah arus modernisasi. Dalam proses produksinya, kesinambungan editing menjadi aspek penting untuk menghasilkan karya audiovisual yang menarik dan informatif, karena tanpa penerapan editing yang berkesinambungan, informasi dapat sulit dipahami dan berpotensi menimb…
Dalam proses editing dokumenter televisi, kesinambungan atau kontinuitas merupakan komponen penting untuk memastikan setiap potongan gambar tersusun secara utuh dan membentuk kesatuan cerita yang selaras dengan narasi. Tanpa penerapan kontinuitas editing, hubungan antara elemen audio dan visual menjadi tidak sinkron sehingga informasi yang disampaikan sulit dipahami oleh penonton. Karya ini ber…
Dokumenter merupakan media yang menampilkan peristiwa nyata dengan kekuatan visual untuk menyampaikan pesan kepada audiens. Latar belakang penciptaan karya ini berangkat dari permasalahan ketergantungan pangan Indonesia pada impor, khususnya beras, yang berpotensi mengancam kemandirian pangan nasional. Karya dokumenter “Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal” bertujuan memberikan informasi yang fa…
Motion graphic dalam program feature berperan penting dalam memperkaya narasi visual dan menjadi alat komunikasi yang efektif, bukan sekadar elemen estetika. Namun, penerapan yang kurang tepat, seperti ilustrasi yang tidak sesuai konsep, penggunaan font yang sulit dibaca, serta pemilihan warna yang tidak seimbang, dapat membingungkan penonton dan menurunkan daya tarik program. Berdasarkan perma…
Buku ini menyajikan panduan dasar dan praktis mengenai sinematografi, mulai dari sejarah perkembangan sinematografi di Indonesia hingga teknik pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, serta proses produksi film. Pembahasan juga mencakup alur cerita, genre film, skenario, storyboard, serta struktur dan tahapan produksi film beserta peran kru. Ditujukan bagi mahasiswa dan pemula di bidang perf…
Berangkat dari pengalaman menginisiasi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Ifa Isfansyah menyusun buku Mengelola Festival Film. Selain ditujukan untuk kalangan internal JAFF sebagai pegangan penyelenggaraannya, buku ini bisa dijadikan referensi pelaksanaan festival film lain secara umum. Dengan membaca buku ini, penyelenggara festival film mempunyai acuan untuk menjalankan organisasi, m…
Telah terjadi perubahan besar dalam dunia penyiaran di Indonesia selama dua dasa warsa terakhir ini. Munculnya beberapa stasiun Televisi Nasional (Televisi Publik dan Swasta) dan Televisi Lokal (Televisi Komunitas dan Berlangganan) merupakan salah satu indikasi besarnya animo masyarakat pada salah satu media komunikasi elektronik modern ini. Buku ini pun membahas secara terperinci seni audio vi…
Sebuah film bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai tontonan yang menghibur. Namun, film ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan cara bertutur serta bahasa sinematik yang khas. Buku ini secara khusus membahas segala hal tentang aspek naratif/penceritaan secara lengkap. Seorang sineas memiliki pilihan terhadap ide, genre, maupun cara penuturan yang tak terbatas. U…