Novel ini mengisahkan perjalanan batin seorang perempuan yang berkelindan dengan cinta, luka, dan pencarian makna hidup hingga membawa langkahnya ke Konya, kota kelahiran Jalaluddin Rumi. Mengangkat nuansa sufistik dengan sentuhan romansa dan refleksi psikologis, kisah ini memadukan tema broken home, cinta, dan spiritualitas dalam bahasa yang puitis dan emosional.
Baiklah, Kawan, kuceritakan padamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena selalu wajib lapor setiap Hari Senin, di Polsek Belantik. Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-da…
Rabih dan Kirsten saling tergila-gila sebelum akhirnya menikah. Hidup sangat sempurna hingga muncul kerikil-kerikil tajam: penghasilkan Rabih yang lebih kecil, pekerjaan rumah yang tiada habisnya, hingga kehadiran buah hati mereka yang menjungkirbalikkan segalanya. Saat hubungan makin runyam dan bayang-bayang perpisahan terus mengintai, sejauh mana mereka siap terluka dan bertahan atas nama cin…
Ale, seorang lelaki berusia 37 tahun yang didiagnosa mengidap depresi akut ingin mengakhiri hidupnya. Ale merasa tak pernah bisa memilih sesuatu atas kehendaknya sendiri. Namun sebelum mati, ia ingin makan seporsi mie ayam terakhirnya, setidaknya itu adalah keputusan yang ia ambil atas kehendaknya sendiri. Blurb: Seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. Orang-orang di kantor yang su…