Buku ini berisi tentang ironinya kebebasan pers. Di jaman kekebabasan pers, jurnalis bebas menulis segala hal-ihwal penyimpangan maupun penyelewengan jabatan. Tulisan-tulisan seperti ini beresiko memojokkan si pelaku dan membuat murka si curang. orang-orang curang ini akan marah. Mereka akan menuntut si jurnalis. Untung kalau hanya sekedar menuntut si jurnalis ke pengadilan . Bukan tidak mungki…
Guna mengetahui gambaran peran pers sebagai pilar keempat demokrasi, SEAPA Jakarta bersama dewan pers mengadakan lokakarya sehari bertema "Media Sebagai Pilar Keempat Demokrasi" Apa dan bagaimama isi dari kegiatan tersebut dalam buku ini oleh Lukas Luwarso pembaca dapat mengetahui rangkumannya,... //yeni