Text
Kreativitas Pengembangan Ide Produser dalam Program Dokumenter Televisi "Yang Terlupakan" Edisi "Sejarah Kaum Depok"
Cornelis Chastelein pada tahun 1696 membeli tanah seluas kota Depok dari pemerintah Belanda yang akan dijadikan lahan pertanian. Kemudian Cornelis Chastelein membeli budak-budak untuk dipekerjakan di lahan pertaniannya. Sekitar 120 dari 150 orang budaknya masuk agama Kristen Protestan lalu dibagi menjadi 12 Marga. Karena dianggap tidak nasionalis maka oleh Kaum Nasionalis para Kaum Depok ini dijarah, ditahan, hingga dibunuh yang dikenal sebagai Gedoran Depok. Ide Kreativitas Pengembangan Ide Produser dalam Program Dokumenter Televisi “Yang Terlupakan” Edisi “Sejarah Kaum Depok”. Melalui dokumenter ekspositori, penulis melakukan pengembangan ide kreatif sesuai dengan cerita narasumber tanpa ada alur penceritaan yang dibuat – buat. Karya dokumenter ini mengangkat kisah Kaum Depok yang tujuan dari adanya dokumenter ini, penulis sebagai seorang Produser memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang perjalanan kaum Depok yang mulai terlupakan mengambil fokus penceritaan mengunakan pendekatan dokumenter ekspositori. Sampai saat ini keturunan Kaum Depok yang masih tersisa adalah 11 marga dari 12 marga yang ada, bersandingan hidup dengan masyarakat Depok, dan tetap melestarikan budaya Kaum Depok sejak zaman dahulu. Melalui implementasi kreativitas penulis didapatkan dokumenter yang inspiratif, edukatif dan inspiratif dari alur penceritaan ekspositori.
Tidak tersedia versi lain